Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buntut Perang, Eropa dan AS Berburu Kapal Pesiar Miliarder Rusia

Setidaknya dua superyacht milik miliarder Rusia telah disita oleh pihak berwenang di Uni Eropa setelah para eksekutifnya diberi sanksi menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  11:20 WIB
Buntut Perang, Eropa dan AS Berburu Kapal Pesiar Miliarder Rusia
ilustrasi Kapal pesiar - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Setidaknya dua kapal pesiar mewah atau superyacht milik miliarder Rusia telah disita oleh pihak berwenang di Uni Eropa setelah para eksekutifnya diberi sanksi menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Superyacht "Dilbar" milik miliarder Rusia dan taipan bisnis Alisher Usmanov dilarang meninggalkan pelabuhannya oleh otoritas Jerman kemarin, menurut seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut seperti dikutip CNBC.com, Jumat (4/3).

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kapal pesiar itu tidak disita secara fisik tetapi tidak diizinkan untuk pindah dari lokasinya saat ini di kota pelabuhan Hamburg, Jerman. Sumber itu menambahkan bahwa akan lebih banyak tindakan yang akan akan diambil nantinya atas aset milik pejabat Rusia.

Kapal milik Usmanov memiliki panjang lebih dari 500 kaki dan dilengkapi dengan kolam renang dalam ruangan terbesar yang pernah dipasang di kapal pribadi. Departemen Keuangan Jerman memperkirakan bahwa nilai kapal pesiar Usmanov saat ini adalah sekitar US$735 juta.

Seorang pejabat Departemen Keuangan menyetujui permintaan CNBC untuk mendapat informasi terbaru soal kapal pesiar Dilbar dari pihak berwenang Jerman. Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan tindakan apa pun yang diambil oleh otoritas Jerman tidak akan berujung pada pemindahan kapal itu ke Amerika Serikat di bawah sanksi Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan, atau OFAC.

Usmanov dan kapal superyacht-nya menjadi sasaran AS ketika pemerintahan Biden mengumumkan sanksi tambahan terhadap elite Rusia yang memiliki hubungan dengan Kremlin.

Departemen Keuangan menulis dalam sebuah rilis bahwa Usmanov dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan bahwa “ikatan Kremlinnya memperkaya dia dan memungkinkan gaya hidupnya yang mewah.”

Sanksi baru AS yang mencantumkan kapal pesiar Usmanov sebagai properti yang diblokir secara efektif berarti bahwa setiap transaksi yang terkait dengan kapal pesiar dilarang. Larangan itu tefmasuk untuk pemeliharaan, perekrutan awak, pembayaran biaya docking yang dilakukan dengan orang-orang AS atau dalam dolar AS.

Sebelumnya Presiden AS, Joe Biden memberitahu elite Rusia dalam pidato kenegaraannya Selasa (1/3) malam lalu soal perburuan kapal mewah tersebut.

"Kepada oligarki Rusia dan para pemimpin korup yang menggelapkan miliaran dolar dari rezim yang kejam ini: Tidak ada lagi kesempatan itu. Kami bergabung dengan sekutu Eropa untuk menemukan dan merebut kapal pesiar mereka, apartemen mewah mereka, jet pribadi mereka. Kami datang untuk nasib buruk Anda," kata Biden.

Departemen Kehakiman AS telah meluncurkan satuan tugas baru yang dijuluki KleptoCapture untuk membantu mewujudkan kata-kata Biden tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia kapal pesiar Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top