Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Rusia! Ini Negara Agresor Paling Banyak Picu Perang di Dunia

AS adalah negara yang paling sering menyerang negara lain. Pasalnya di antara 248 konflik bersenjata yang terjadi di 153 wilayah dari tahun 1945 hingga 2001, 201 di antaranya diprakarsai oleh AS.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  14:22 WIB
Pasukan khusus polisi Afghanistan menembakkan senapan mesin berat ke arah wilayah yang dikuasai Taliban. - Istimewa
Pasukan khusus polisi Afghanistan menembakkan senapan mesin berat ke arah wilayah yang dikuasai Taliban. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Perang antara Rusia dengan Ukraina mulai berkecamuk. Sejumlah pihak khawatir, perang antara dua negara Slavik tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas geopolitik global.

Potensi distabilitas politik, ekonomi dan keamanan bisa saja menjalar ke kawasan lainnya jika eskalasi konflik kedua negara tersebut semakin memuncak. Apalagi banyak pakar yang meramalkan bahwa skenario terburuk dari konflik dua negara itu adalah meletusnya perang dunia ketiga.

Para pemimpin dunia kemudian ramai-ramai mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Sanksi kemudian dijatuhkan kepada perusahaan-perusahaan rusia, tak terkecuali Putin dan para kroninya. Putin seperti kata Presiden Amerika Serikat Joe Biden dicap sebagai agresor.

Namun demikian, data yang dicuitkan oleh Kedutaan China di Rusia justru menmpilkan data yang menarik. Data itu sekaligus menyaggah klaim AS yang menyebut Rusia atau Putin senagai agresor.

Dalam cuitannya @ChineseEmbinRus memaparkan di antara 248 konflik bersenjata yang terjadi di 153 wilayah di seluruh dunia dari tahun 1945 hingga 2001, 201 diprakarsai oleh AS.

"Itu terhitung 81 persen dari total jumlah [konflik bersenjata]," demikian cuitan @ChineseEmbinRus dikutip, Minggu (27/2/2022).

Motif Perang AS

Dalam catatan Bisnis, sejak keluar sebagai pemenang dalam Perang Dunia ke 2, AS terlibat beberapa kali konfrontasi dengan sejumlah negara. Pada dekade 1950-an sampai dengan 1990-an, perang yang diinisiasi AS selalu terjadi dengan dalih membendung ekspansi blok Timur, Uni Soviet (Rusia).

Salah satu perang yang terjadi karena imbas Perang Dingin adalah invasi AS di Vietnam. AS menyerang Vietnam karena menguatnya peran komunis di negara bekas jajahan Prancis tersebut. Sayangnya dalam perang tersebut AS gagal menang dan mereka harus angkat kaki dari Vietnam.

Sementara motif perang yang dilakukan pada tahun 2000-an ke atas umumnya terkait dengan kepemilkan senjata pemusnah massal dan terorisme.

Perang di Afghanistan yang berujung kembali kekuasaan Taliban pada tahun 2021 adalah salah satu perang dengan motif terorisme. AS dinilai banyak pihak gagal dalam perang melenyapkan Taliban.

Sedangkan perang terkait isu senjata pemusnah massal, terjadi di Irak, di Irak AS memang berhasil menggulingkan rezim Saddam Hussein, tetapi gagal mengendalikan situasi di Irak.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top