Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korban Binomo Minta Bareskrim Jemput Paksa Indra Kenz

Korban Binomo meminta polisi menjemput paksa Indra Kesuma alias Indra Kenz.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  13:40 WIB
Indra Kenz / Instagram indrakenz
Indra Kenz / Instagram indrakenz

 

Bisnis.com, JAKARTA - Korban Binomo meminta polisi melakukan penjemputan paksa terhadap influencer Indra Kesuma lantaran tidak kunjung hadir dalam jadwal pemeriksaan sebagai terlapor, pada Kamis (24/2/2022).

Penasihat hukum korban Binomo Finsensius Indra Kenz seharusnya sudah diperiksa sebagai terlapor sejak pukul 10.00 WIB. 

"Tapi saudara terlapor masih belum tiba di Bareskrim sehingga korban menyampaikan kekecewaannya dan berharap Bareskrim terus mendesak agar hari ini terlapor bisa hadir, dijemput paksa," ujar Finsenius, Kamis (24/2/2022).

Dia khawatir Indra Kenz kembali mangkir dari pemeriksaan. Pasalnya, Indra Kenz sempat dipanggil pada Jumat (18/2/2022) lalu, namun berhalangan hadir dengan alasan menjalani pengobatan di Turki.

"Kita khawatir karena jam 10 dijadwalkan tapi yang bersangkuran tidak datang. Ada kemungkinan mangkir untuk pemeriksaan hari ini. Kita dorong Bareskrim kalau mangkir ya dijemput paksa," kata Finsensius.

Sebelumnya, Polisi tetap menaikan status perkara penipuan investasi berkedok aplikasi trading Binary Option Binomo ke tahap penyidikan, meski Indra Kesuma alias Indra Kenz tidak memenuhi panggilan penyidik.

Indra Kenz sedianya dipanggil sebagai terlapor pada Jumat (18/2/2022). Hanya saja Indra Kenz tidak dapat hadir, dengan alasan berobat ke luar negeri.

"Akan tetapi, yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan berobat ke luar negeri, kemudian mengajukan penundaan,"  kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Jumat (18/2/2022).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim binomo
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top