Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indra Kenz Terbang ke Turki, Polisi: Pemanggilan Sesuai Jadwal

Indra Kenz akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option aplikasi Binomo.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  13:07 WIB
Indra Kenz Terbang ke Turki, Polisi: Pemanggilan Sesuai Jadwal
Bareskrim Polri/Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bakal tetap memanggil Indra Kesuma alias Indra Kenz pada Jumat (18/2/2022) mendatang. 

Indra Kenz akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option aplikasi Binomo. Indra Kenz merupakan terlapor dalam kasus ini. 

Polisi tidak mengubah jadwalnya meski pada Senin (14/2/2022) kemarin Indra terbang ke Turki dengan alasan pengobatan.

"Masih diberikan kesempatan buat terlapor IK (Indra Kesuma/Indra Kenz) untuk klarifikasi pada hari Jumat," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dihubungi Bisnis. Kamis (17/2/2022).

Dia pun kembali menegaskan pihaknya tidak akan melakukan penjadwalan ulang untuk pemanggilan Indra Kenz.

"Sesuai jadwal, tidak ada (perubahan)," kata Whisnu.

Seperti diketahui, Indra Kenz terbang ke Turki meski telah dijadwalkan untuk pemeriksaan Bareskrim Polri terkait kasus Binomo Jumat (18/2/2022) besok. 

Modus Penipuan

Adapun, dalam kasus ini, Whisnu mengatakan korban penipuan berkedok trading aplikasi binomo dijanjikan keuntungan sebesar 80 persen sampai 85 persen.

Hal itu didapat dari hasil pemeriksaan polisi terhadap delapan orang korban. "Aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80 hingga 85 persen dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban," kata Whisnu, dikutip Jumat (11/2/2022).

Secara perinci Whisnu memaparkan delapan korban yang diperiksa yakni MN dengan rugi Rp540 juta, LN rugi Rp51 juta, RSS rugi Rp60 juta, FNS rugi Rp500 juta, FA rugi Rp1,1 miliar, EK rugi Rp1,3 miliar, AA rugi Rp3 juta, dan RHH rugi Rp300 juta.

"Dimana total dari keseluruhan kerugian jika digabungkan sampai dengan saat ini sekitar kurang lebih 3,8 miliar rupiah," kata Whisnu.

Whisnu memaparkan perekrutan para korban sebagai nasabah terjadi pada April 2020. Para korban, kata Whisnu, melihat promosi yang disebar oleh terlapor atas nama Indra Kenz (IK) melalui Youtube, Instagram, Telegram.

Promosi itu menawarkan keuntungan melalui aplikasi Trading Binomo ( Binary Option )  bahwa Binomo sudah Legal dan resmi di Indonesia bukti dalam Youtube terlapor. 

"dan juga terlapor mengajarkan  strategi Trading dalam aplikasi tersebut dan terus memamerkan hasil provitnya  lalu kemudian korban ikut bergabung dari yang provit hingga akhirnya selalu loss," kata Whisnu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim binomo
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top