Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Dugaan Kekerasan Seksual, Yayasan Pulih Bantah Dihubungi oleh Geotimes

Yayasan Pulih bantah pihaknya dihubungi oleh Geotimes mengenai adanya kasus kekerasan seksual terhadap jurnalis IW pada 2015 lalu.
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak/Antara
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak/Antara

Bisnis.com, SOLO - Pengakuan mantan jurnalis berinisial IW mengenai kasus kekerasan seksual di Geotimes semakin memanas.

IW sebelumnya mengaku mendapat perlakuan tak pantas dari rekan dan atasannya saat ia masih bekerja sebagai jurnalis Geotimes.

Sebagai korban dari terduga perlaku berinisial Z, IW mengaku Pemimpin Redaksi Geotimes Farid Gaban tak memberikan perlindungan terhadap dirinya.

"Yang terhormat Pemred saya @faridgaban mengusir pendamping saya @AJI_JAKARTA dan @lbhpersjakarta dan berteriak jika kasus ini saya lanjutkan dia akan hancurkan karir saya," tulis IW di Twitter beberapa waktu yang lalu.

Lewat akun twitterya, Farid Gaban juga memberikan klarifikasi. Menurutnya kasus percobaan pemerkosaan tidak pernah terjadi.

Namun Farid juga sempat memberikan kesempatan IW untuk mencari pihak ketiga untuk memverifikasi kasus ini.

Akhirnya, teman-teman IW memutuskan Yayasan Pulih untuk memverifikasi kasus ini.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Pulih adalah lembaga advokasi non-profit yang fokus pada kegiataan pemulihan korban perkosaan, pelecehan dan kekerasan sosial.

Melalui akun Twitternya, Yayasan Pulih mengaku bahwa pihaknya tak pernah dihubungi oleh Geotimes secara resmi.

"Setelah melakukan penelusuran data, baik secara internal maupun eksternal, Yayasan Pulih menyatakan belum pernah dihubungi Geotimes secara resmi terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di tahun 2015 tersebut," tulis Yayasan Pulih pada Jumat (4/2/2022).

Pihak Yayasan Pulih pun memberikan kesempatan bagi korban yang membutuhkan bantuan untuk datang kepada pihaknya.

Sebelumnya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan LBH Pers membenarkan adanya pendampingan hukum terhadap IW pada tahun 2015.

"Benar bahwa AJI Jakarta dan LBH Pers mendapat pengaduan terkait kasus kekerasan seksual berupa dugaan upaya pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap reporter perempuan di Geotimes," bunyi siaran pers dari AJI Jakarta di laman resmi mereka, ajijakarta.org, Kamis, 3 Februari 2022.

Dalam kronologi kasus tersebut, AJI Jakarta dan LBH Pers mendampingi korban dan mendatangi kantor Geotimes di Menteng, Jakarta Pusat.

Sesampainya di kantor, tim pendamping menunggu di ruang tamu dan korban menyampaikan ke redaksi bahwa tim pendampingnya sudah ada di kantor untuk membicarakan kasus yang menimpanya.

"Pada akhirnya, tim pendamping tetap tidak berhasil bertemu manajemen redaksi yang saat itu berada di kantor," lanjut keterangan resmi AJI.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper