Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sergio Mattarella di Usia 80 Tahun Kembali Terpilih Jadi Presiden Italia

Sergio Mattarella secara resmi terpilih kembali menjadi Presiden Italia pada Sabtu malam waktu setempat, setelah putaran kedelapan pemungutan suara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Januari 2022  |  06:30 WIB
Presiden Italia Sergio Mattarella - Istimewa
Presiden Italia Sergio Mattarella - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Italia, Sergio Mattarella akhirnya setuju untuk menjalani masa jabatan kedua setelah partai koalisi gagal menyepakati para calon presiden untuk jabatan tersebut.

Pria berusia 80 tahun itu muncul sebagai pilihan paling populer setelah enam hari tahapan pemungutan suara yang sering menegangkan di Roma.

Dia menyatakan keinginan untuk meninggalkan jabatannya, tetapi media lokal melaporkan Perdana Menteri Mario Draghi telah meyakinkannya untuk tetap menjabat demi "stabilitas" Italia.

Dia secara resmi terpilih kembali pada Sabtu malam waktu setempat, setelah putaran kedelapan pemungutan suara.
Berbicara setelah pemungutan suara, Draghi mengatakan pemilihan kembali Mattarella adalah "berita bagus untuk Italia".

"Saya berterima kasih kepada presiden atas keputusannya untuk mengikuti keinginan parlemen yang sangat kuat untuk memilihnya kembali untuk masa jabatan kedua," tambahnya seperti dikutip BBC.com, Minggu (31/1).

Partai-partai dalam koalisi pemerintahan Italia setuju untuk memilih kembali Mattarella setelah tujuh putaran pemungutan suara gagal menghasilkan kandidat alternatif dan memicu perpecahan mendalam di kabinet.

Presiden Italia dipilih melalui pemungutan suara rahasia melalui sebuah komisi pemilihan yang terdiri dari 1.009 senator, anggota parlemen dan beberapa delegasi regional. Kandidat pertama yang menerima dua pertiga suara dinyatakan menang. Dalam ajang tersebut, petahana memperoleh 759 suara.

Mattarella muncul sebagai kandidat kompromi setelah banyak anggota parlemen abstain dari pemungutan suara dan kandidat yang diajukan oleh partai-partai yang memerintah gagal mengumpulkan cukup dukungan.

Antonio Tajani, koordinator nasional untuk partai kanan tengah Forza Italia, mengatakan kepada BBC bahwa dukungan untuk Mattarella adalah satu-satunya proposisi yang disetujui oleh sebagian besar anggota parlemen.

"Mattarella telah melakukan fungsinya dengan sempurna," kata Tajani. Dengan tidak adanya kesepakatan politik maka benar bahwa titik keseimbangan masih dia."

Tidak jelas apakah pria berusia 80 tahun itu bermaksud untuk menjalani masa jabatan periode penuh tujuh tahun penuh. Beberapa tokih Italia menyarankan bahwa dia dapat mengizinkan Draghi untuk menggantikannya setelah pemilihan umum parlemen Italia pada 2023.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa Italia pemilihan presiden

Sumber : BBC.com

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top