Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi Bupati Musi Banyuasin, KPK Kembali Panggil Istri Alex Noerdin

KPK kembali memanggil istri mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yaitu Sri Eliza sebagai saksi atas korupsi yang menjerat anaknya, Dodi Reza Alex Noerdin.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  16:21 WIB
Korupsi Bupati Musi Banyuasin, KPK Kembali Panggil Istri Alex Noerdin
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (tengah/rompi jingga) di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). KPK telah menetapkan Dodi bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin pada Tahun Anggaran 2021. - ANTARA - HO/Humas KPK
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil istri mantan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, yaitu Sri Eliza. Dia dimintai keterangan sebagai saksi atas korupsi yang menjerat anaknya, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA).

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin ini memeriksa tujuh orang.

“Pemeriksaan dilakukan di Satbrimobda Sumatra Selatan, atas nama sebagai berikut. Pertama, Direktur Utama PT Gajah Mada Sarana Herry Zaman,” kata Ali, Jumat (28/1/2022).

Ali menjelaskan bahwa saksi selanjutnya adalah M. Nopriyansyah dan Ahmad Sadad sebagai swasta. Lalu, Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Irfan serta Manager SDM PT Gajah Mada Sarana Akbar Ramadhan.

“Keenam Sri Eliza sebagai ibu rumah tangga. Terakhir Sandy Swardi sebagai Komisaris PT Perdana Abadi Perkasa,” jelasnya.

Sri Eliza sebelumnya telah dipanggil KPK pada awal Desember masih terkait kasus yang sama. Saat itu, dia didalami pengetahuannya terkait dengan barang bukti yang ditemukan saat tim KPK mengamankan anaknya di salah satu lobby hotel Jakarta.

Sebelumnya, KPK masih terus mendalami dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Musi Banyuasin yang menjerat Bupati Musi Banyasin Dodi Reza Alex Noerdin.

Lembaga antirasuah membuka peluang untuk mengembangkan kasus ini ke kasus korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi (PD PDE) Provinsi Sumatera Selatan yang menjerat Ayah Dodi, Alex Noerdin.

“Nanti kalau ada kaitannya dengan perkara yang menyentuh Alex Noerdin, tentu nanti kami akan koordinasikan dengan pihak Jampidsus, Kejaksaan Agung,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dikutip Rabu (27/10/2021).

Alex menjelaskan adanya dugaan keterlibatan Alex Noerdin lantaran Dodi membawa uang Rp1,6 miliar di Jakarta. “Nah itu yang kita dalami, uang itu apa, dari mana untuk apa, kan seperti itu,” ujar Alex.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah, Dodi, Kadis PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori, pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Musi Banyuasin Eddi Umari, dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy.

Sebagai penerima, Dodi, Herman, dan Eddi dijerat Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang perubahan atas UU No.31/1999 tentang Tipikor Jo Pasal Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, sebagai pemberi suap, Suhandy dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi alex noerdin bupati musi banyuasin
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top