Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Bahas Kerja Sama, Jokowi dan PM Singapura Bahas Isu Myanmar

Dalam pertemuan dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Singapura sama-sama prihatin melihat kondisi konflik di Myanmar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  16:03 WIB
Presiden Jokowi berbincang dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, di The Sanchaya Resort Bintan, Kepri, Selasa (25/1/2022) - BPMI Setpres - Muchlis Jr.
Presiden Jokowi berbincang dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, di The Sanchaya Resort Bintan, Kepri, Selasa (25/1/2022) - BPMI Setpres - Muchlis Jr.

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan Singapura. Selain itu, kedua Kepala Negara juga membahas beberapa isu kawasan, termasuk masalah Myanmar.

"Indonesia dan Singapura memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat kesatuan, cara kerja, dan kelembagaan Asean, agar Asean siap menghadapi tantangan di masa mendatang," kata Jokowi dikutip dari YouTube Setpres, Selasa (25/1/2022).

Terkait persoalan di Myanmar, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Singapura sama-sama prihatin melihat kondisi terkini konflik di sana. Menurutnya, 'Lima Poin Konsensus' yang disepakati di tingkat Asean harus dihormati dan dilaksanakan demi kepentingan rakyat Myanmar.

"Kita sepakat keselamatan dan keamanan rakyat Miyanmar tetap menjadi perhatian utama," ujar Jokowi.

Dengan demikian, bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar harus terus dilakukan tanpa diskriminasi.

Adapun, dalam pertemuan pemimpin kedua negara yang dilakukan di Kabupaten Bintan ini, dilakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU).

"Pertemuan saya dengan PM Lee membahas upaya penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang terutama di bidang ekonomi," kata Jokowi.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dan PM Singapura menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian di berbagai bidang pada hari ini. Pertama, di bidang ekonomi kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam upaya pemulihan ekonomi di kedua negara.

Presiden Jokowi menyampaikan, Singapura merupakan investor terbesar Indonesia dengan nilai investasi pada Januari-September 2021 mencapai US$7,3 miliar.

“Pertemuan retreat mencatat adanya investasi baru senilai 9,2 miliar Dolar AS , antara lain di bidang energi baru terbarukan di sekitar Batam serta Pulau Sumba dan Manggarai Barat, NTT; serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.

Untuk mendukung iklim investasi hijau, dalam rangkaian pertemuan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU kerja sama energi dan MoU kerja sama green and circular economy development.

“Investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan,” ujar Jokowi.

Kemudian, kedua negara juga menandatangani dokumen kerja sama di bidang keuangan untuk menjaga stabilitas finansial dan moneter guna mendukung pemulihan ekonomi. Sebelumnya, pada November 2021 kerja sama Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) dan Bilateral Repo Line antara Indonesia – Singapura telah diperpanjang selama satu tahun.

Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk menyelesaikan pembahasan mengenai dukungan untuk meningkatkan mobilitas manusia yang aman dari Covid-19.

Kedua, di bidang politik, hukum, dan keamanan (polhukam), Presiden RI menyambut baik telah ditandatangani sejumlah kesepakatan mulai dari perjanjian ekstradisi, pertahanan keamanan, hingga kerja sama keselamatan penerbangan.

“Ke depan, diharapkan kerja sama penegakan hukum, keselamatan penerbangan, dan pertahanan keamanan kedua negara dapat terus diperkuat berdasarkan prinsip saling menguntungkan,” ujarnya.

Untuk perjanjian ekstradisi, di dalam perjanjian yang baru ini masa retroaktif diperpanjang dari semula 15 tahun menjadi 18 tahun, sesuai dengan Pasal 78 KUHP. Sementara, di bidang keselamatan penerbangan dengan penandatanganan perjanjian flight information region atau FIR, maka ruang lingkup FIR Jakarta akan melingkupi seluruh wilayah udara teritorial Indonesia, terutama di perairan sekitar Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna.

Ketiga, dalam rangkaian pertemuan Indonesia dan Singapura juga menyepakati kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kepala Negara menegaskan, kerja sama di bidang SDM ini telah menjadi komitmen kedua belah pihak sejak beberapa tahun yang lalu.

“Untuk tahun 2022, akan dilakukan pelatihan SDM antara Singapura dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk penguatan kapasitas di bidang food industry 4.0 dan supply chain,” ungkapnya.

Presiden menambahkan, kerja sama seperti ini dapat dikembangkan lebih lanjut di berbagai daerah.

“Untuk skala lebih besar, saya menyambut baik rencana penandatanganan MoU on Human Capital Partnership Arrangement. MoU ini akan memperkuat kerja sama riset dan penguatan kelembagaan, dan pertukaran mahasiswa dalam rangka memperkokoh konsep Kampus Merdeka di Indonesia,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi singapura myanmar lee hsien loong
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top