Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Februari-Maret Titik Kritis Kasus Omicron, Begini Strategi Luhut

Pemerintah akan terus melakukan penegakkan protokol kesehatan, akselerasi vaksinasi, dan pengetatan mobilitas untuk menekan angka penyebaran varian Omicron.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  06:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah terus melakukan upaya mitigasi agar kasus Omicron tidak meningkat secara signifikan sehingga sistem kesehatan nasional tidak terbebani.

Luhut menyampaikan berkaca pada kasus Omicron di Afrika Selatan, puncak penularann varian Omicron di Indonesia diprediksi terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Adapun beberapa upaya yang dilakukan pemerintah adalah penegakkan protokol kesehatan, akselerasi vaksinasi, dan pengetatan mobilitas.

"Pengetatan mobilitas menjadi opsi terakhir untuk dilakukan. Tetapi kami mengimbau jika (aktivitas) di kantor tidak harus 100 persen ya dilihat situasinya apakah dibikin 70 persen untuk dilakukan 2 minggu ke depan," katanya, dikutip Senin (17/1/2022).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa hingga 15 Januari 2022, kasus terkonfirmasi Covid-91 varian Omicron mencapai 748 kasus.

"Sebagian besar kasus Omicron di Indonesia adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 569 dan 155 merupakan transisi lokal," katanya dalam acara webinar virtual bertajuk 'Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries', Minggu (16/1/2022).

Lebih lanjut, Nadia menyampaikan bahwa para PPLN yang terjangkit Omicron ini didominasi dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top