Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Anak Buah Sri Mulyani Jadi Tersangka Mafia Tanah, Jual Aset BLBI?

Obyek lahan yang diduga dimainkan oleh kedua anak buah Menkeu Sri Mulyani Indrawati adalah aset negara yang terkait BLBI.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 15 Januari 2022  |  18:54 WIB
Dua Anak Buah Sri Mulyani Jadi Tersangka Mafia Tanah, Jual Aset BLBI?
Salah satu aset BLBI yang berada di Kabupaten Bogor. - Kemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --Polres Bogor telah menetapkan dua orang pejabat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan sebagai tersangka kasus mafia tanah.

"Ada enam tersangka, dua tersangka merupakan oknum DJKN," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan demikian dikutip dari Tempo, Sabtu (15/1/2022).

Adapun dalam catatan Bisnis, obyek lahan yang diduga dimainkan oleh kedua anak buah Menkeu Sri Mulyani Indrawati adalah aset negara yang terkait BLBI.

Kasus ini memiliki kaitan erat dengan perkara yang sedang ditangani oleh Mabes Polri. Perkaranya saat ini sudah masuk penyidikan.

Ringkasan Laporan Keuangan Transaksi Khusus Pemerintah Pusat yang diperoleh Bisnis dari kalangan pemerintah bahkan secara spesifik menunjukan aset-aset mana saja yang suratnya dipalsukan oleh jaringan mafia tanah yang diduga berkolaborasi dengan para pejabat di Kementerian Keuangan.

Aset pertama yang telah berpindah tangan adalah tanah seluas 2.991.360 m2 atau 2.991 hektare di Desa Neglasari. Kedua, aset seluas 2.013.060 m2 di Cikopomayak, Kabupaten Bogor.

Soal lahan di Cikopomayak, Satgas BLBI sebelumnya telah menyita lahan eks BLBI seluas 5.004.429 m2.

Ketiga, aset berupa lahan dan bangunan seluas 3.911 m2 di Kawasan Bogor Utara, Kota Bogor. Total kerugian negara menurut laporan keuangan tersebut senilai Rp52 miliar rupiah.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian memaparkan bahwa kasus yang ditangani Bareskrim adalah kasus pemalsuan dengan obyek surat DJKN.

Andi memaparkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik juga telah meminta keterangan saksi-saksi yang terkait dengan perkara tersebut. "Bukan penggelapan, tapi dugaan pemalsuan dengan obyek surat DJKN Palsu," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bogor blbi mafia tanah

Sumber : Tempo/Sumber Bisnis

Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top