Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Eks Kepala LBM Eijkman: Vaksin Merah Putih Tetap jalan, Walau Terhambat

Proses pengembangan vaskin Merah Putih sedikit terhambat usai Eijkman dilebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati (dari kanan), bersama Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kemenristekdikti Amin Soebandrio, dan Direktur Manufaktur PT Kalbe Farma Tbk. Pre Agusta menjadi pembicara pada peluncuran program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018, di Unair, Surabaya, Selasa (8/5)./JIBI-Wahyu Darmawan
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati (dari kanan), bersama Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kemenristekdikti Amin Soebandrio, dan Direktur Manufaktur PT Kalbe Farma Tbk. Pre Agusta menjadi pembicara pada peluncuran program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018, di Unair, Surabaya, Selasa (8/5)./JIBI-Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA-Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Profesor Amin Soebandrio, mengatakan proses pengembangan vaskin Merah Putih sedikit terhambat usai Eijkman dilebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

“Vaksin Merah Putih tetap jalan, walau agak terhambat,” ucap Amin kepada Bisnis, Rabu (5/1/2021).

Selain pengembangan vaksin Merah Putih, menurut Amin berdampak juga terhadap penndeteksian Covid-19 dan melakukan pengurutan genome (whole genome sequencing), di tengah potensi naiknya kasus akibat varian baru omicron.

Saat ini lembaga yang telah beroperasi selama 33 tahun itu tidak lagi bisa berkontribusi karena sebagian alat deteksi telah dialihkan ke laboratorium milik BRIN di Cibinong, Jawa Barat.

"Kalau kemudian kebutuhannya meningkat seperti bulan-bulan sebelumnya [upaya deteksi] akan terganggu karena Eijkman adalah salah satu kontributor terbesar, sebelumnya malah paling besar," kata Amin.

Diketahui, perubahan pada sistem kelembagaan Eijkman juga dikhawatirkan menghambat pengembangan vaksin Merah Putih, yang target awalnya akan mulai diproduksi pada pertengahan 2022 ini.

Selain itu, peleburan Eijkman ke BRIN juga telah menyebabkan 113 tenaga honorer, termasuk 71 peneliti di antaranya, diberhentikan.

Namun, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko membantah perubahan sistem itu berdampak pada kinerja Eijkman dalam riset-riset terkait Covid-19, termasuk pengembangan vaksin Merah Putih.

Perubahan ini, kata Handoko, justru akan 'memperkuat' Eijkman sebagai sebuah lembaga penelitian dengan anggaran riset yang lebih besar, peneliti yang memenuhi 'standar kualifikasi', dan infrastruktur yang lebih lengkap.

“Justru Tim semakin kuat karena ada tambahan periset sekepakaran dari eks LIPI, dan nanti Balitbangkes juga,” kata Handoko saat dihubungi Bisnis, Selasa (3/12/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Indra Gunawan
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper