Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Modus dan Daftar Penipuan CPNS yang Pernah Terjadi 

Ada beragam kasus penipuan dengan berbagai modus saat pelamaran CPNS. Simak daftar penipuan CPNS yang pernah terjadi.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  10:17 WIB
Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. - Antara
Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Momen penerimaan CPNS menjadi peluang bagi sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Peluang tersebut dimanfaatkan untuk melakukan iming-iming, terutama untuk mendapatkan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan melakukan pembayaran sejumlah uang hingga ratusan juta. 

Beragam kasus penipuan dengan berbagai modus sudah sering terjadi dan tidak ada kapoknya. Begitu pula para korban yang tidak ada habisnya termakan rayuan para penipu. 

Para penipu konon meraup untung ratusan juta hingga milyaran rupiah dengan menjanjikan dapat menjadi PNS tanpa seleksi. Berikut ini tiga daftar kasus penipuan CPNS yang pernah terjadi. 

  1. Ade Supriyatna dan Syahrar Harahap – Untung Rp200 juta (2018)

Seorang korban yang merasa ditipu melaporkan Ade Supriyatna dan Syahrar Harahap. Korban mengaku telah menyetor uang sejumlah Rp200 juta. Sang korban telah diiming-imingi pekerjaan di dinas daerah setempat. Setelah 3 tahun lamanya, tak kunjung pula panggilan kerja itu datang. Akhirnya ia lapor kepada polisi, dan kedua pelaku ditangkap.

Melansir dari Bisnis.com, Wakil Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan Komisaris Arman membenarkan kronologi itu. Dia menyesalkan korban yang percaya bisa terekrut sebagai PNS di kantor dinas itu. 

"Dari korban DD didapat Rp 200 juta yang dibayarkan secara bertahap, setelah dibayar pada 2015 hingga sekarang korban hanya dijanjikan bisa masuk tetapi tidak ada realisasinya," kata Arman.

Sementara itu, dalam kasus ini ada korban lain yang kehilangan Rp165 juta, tetapi enggan melaporkan kasus ini. 

  1. HB – Raup Rp5,7 Miliar (2019)

Subdit 1 Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus pelaku penipuan dan penggelapan dengan modus Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil. Pelaku menipu para korban hingga meraup Rp5,7 miliar.

HB mengaku sebagai PNS dan menggunakan tanda pengenal sebagai Sekretariat Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal.

Modus tersangka yaitu dengan mengaku mempunyai akses di Badan Kepegawaian Negara dan Kemenpan RB serta Kemendikbud. Nahas, Cara ini membuat para korban terpedaya dan percaya.

Sejak menjalankan aksinya, pelaku bahkan mengelabui sedikitnya 99 orang. Hasil dari penipuan tersebut digunakan untuk berfoya-foya. Kini ia tengah menjalani proses hukum dengan masa tahanan 4 tahun penjara.

  1. Olivia Nathania – Kantongi Rp9,7 Miliar (2021)

Belum lama terjadi, pada awal proses penerimaan CPNS 2021, muncul kasus penipuan oleh Anak dari penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania. Olivia ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penipuan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dia mengaku tidak melakukan penipuan, hanya memberikan fasilitas les pada korban. 

Setiap korban membayar sejumlah Rp25 juta. Kasus ini terkuak setelah salah satu korban, Karnu melapor pada pihak berwajib. Alih-alih menjadi PNS seperti yang dijanjikan, uang puluhan jutanya raib dan hanya mendapatkan SK palsu.

Meskipun sudah banyak terjadi kasus serupa, sangat disayangkan banyak orang yang masih tergiur dengan modus penipuan yang sama ini. Tetap waspada terhadap iming-iming menggiurkan, jangan sampai Anda jadi korbannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penipuan CPNS
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top