Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brimob Jualan Rokok Picu Bentrok dengan Kopassus, Ini Respons Polri

Polri enyatakan bahwa Brimob yang menjual rokok itu tidak melanggar aturan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 November 2021  |  15:28 WIB
Brimob Jualan Rokok Picu Bentrok dengan Kopassus, Ini Respons Polri
Pelepasan pasukan Brimob Polda Sumsel BKO Polda Papua. ANTARA - Yudi Abdullah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bentrok antara Brimob dan Kopassus di Mimika, Papua pada Sabtu (27/11/2021) dipicu oleh kesalahpahaman terkait harga rokok.

Sekadar informasi, rokok tersebut dijual oleh personel Satgas Amole Kompi 3 dan dibeli oleh anggota Kopassus.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono memastikan masalah antara kedua pihak telah selesai. Dia menjelaskan bentrok tersebut hanya masalah kecil.

Rusdi juga menyatakan bahwa Brimob yang menjual rokok itu tidak melanggar aturan.

"Itu masalah seperti itu sudah diselesaikan, itu tidak ada yang melanggar itu semua, tidak ada yang dilanggar, ini hanya masalah komunikasi saja, masalah kecil yang telah selesai itu semua, masalah seperti itu," kata Rusdi di Mabes Polri, Senin (29/11/2021).

Rusdi menjelaskan pimpinan Brimob dan Kopassus di Papua telah menyelesaikan masalah bentrok tersebut.

Dia juga menegaskan soliditas dan sinergitas TNI-POLRI tidak terganggu dengan adanya bentrok tersebut.

"Sekali lagi soliditas dan sinergisitas TNI-POLRI itu harus dikuatkan karena menjadi kunci menghadapi ancaman dan tantangan bangsa ini," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan bentrok yang terjadi antara Anggota Brimob dan Kopassus di Papua hanya kesalahpahaman. Harga rokok jadi pemicu bentrok oknum Brimob dan Kopassus tersebut.

Kesalahpahanan tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok.

Kemudian, tiba Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 penugasan.

"Selanjutnya dan pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam Personel Amole Kompi 3 Penugasan," kata Ahmad dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Dia mentatakan pimpinan para pihak yang terlibat langsung berkoordinasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. Ahmad menegaskan, saat ini permasahalahn tersebut telah diselesaiakan secara damai.

"Selanjutnya, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan," katanya.

Dia menegaskan pasca-kejadian tersebut, situasi di Kabupaten Mimika khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua aman dan kondusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopassus brimob
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top