Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eks Kader Demokrat: Setop Tuduh Pemerintahan Jokowi Islamophobia

Mantan Kader Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta agar masyarakat berhenti menuduh pemerintahan Jokowi memiliki pandangan islamophobia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 22 November 2021  |  16:50 WIB
Ferdinand Hutahaean - Istimewa
Ferdinand Hutahaean - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan kader Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta agar masyarakat untuk berhenti menuduh pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi memiliki pandangan islamophobia.

Dikutip melalui akun Twitter @FerdinandHaean3, diamengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo terjadi aksi penyudutan dan pendiskreditan kepada pemerintah.

“Setop menyudutkan dan mendiskreditkan Pemerintahan Jokowi dengan tuduhan keji Islamophobia,” katanya seperti dikutip dari cuitan akun Twitter @FerdinandHaean3, Senin (22/11/2021)

Ferdinand justru beranggapan jika pada era pemerintahan Joko Widodo para ulama diperlakukan dengan spesial.

“[Ulama dimuliakan di era Jokowi,” tutur Ferdinand.

Atas dasar tersebut, Ferdinand Hutahaean meminta agar masyarakat tidak menuduh yang tidak-tidak kepada Polri dan Densus 88, apalagi mereka dinilai bertindak tidak sebagaimana mestinya kepada para ulama yang ada.

“Setop juga memfitnah Polri dan Densus 88 dengan tuduhan kriminalisasi ulama, karena Polri [juga] sangat mencintai ulama,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa yang ditindak oleh aparat berwajib adalah orang yang dianggap memiliki keterlibatan dengan tindak terorisme.

“[Selama ini] yang ditangkap adalah terduga teroris,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ulama
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top