Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Tuna Subway Digugat, Mengapa?

Subway dalam pernyataannya mengatakan akan berusaha agar gugatan yang sembrono dan tidak pantas tersebut, dibatalkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 November 2021  |  07:42 WIB
Produk Tuna Subway Digugat, Mengapa?
Ilustrasi gerai Subway
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Subway mendapatkan gugatan atas tuduhan telah menipu masyarakat. Gugatan itu perihal produk tuna milik Subway, di mana hasil tes labolatorium memperlihatkan produk itu ternyata mengandung protein hewani seperti ayam, babi dan sapi ternak, bukan 100 persen tuna seperti yang diiklankan.

Gugatan hukum itu dilayangkan oleh Karen Dhanowa dan Nilima Amin, di mana ini adalah gugatan ketiga yang dimasukkan pada pekan ini ke pengadilan federal, San Francisco, Amerika Serikat atau lokasi yang terdekat dengan kediaman mereka di kabupaten Alameda.

Subway dalam pernyataannya mengatakan akan berusaha agar gugatan yang sembrono dan tidak pantas tersebut, dibatalkan. Sebab klaim tersebut tidak pantas mengingat ikan tuna yang mereka gunakan ikan tuna hasil tangkapan dan berkualitas tinggi, yang diatur secara ketat di Amerika Serikat serta negara belahan lain di dunia.     

Sejak kasus ini mengemuka pada Januari 2021, Subway meluncurkan iklan di TV dan sebuah website untuk membela produk ikan tunanya. Subway juga mengubah menunya, namun tidak dengan ikan tunanya dengan alasan peningkatan tidak diperlukan.     

Jon Tigar, hakim distrik di Amerika Serikat mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah membatalkan gugatan yang dilayangkan pada Subway. Alasannya penggugat tidak membuktikan bahwa mereka membeli tuna (produk Subway) berdasarkan dugaan misinterpretasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subway gugatan

Sumber : Tempo.Co/Reuters

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top