Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejagung Blokir Aset Alex Noerdin di Jakarta dan Palembang

Kejagung sudah mengajukan upaya pemblokiran aset milik keempat orang tersangka kasus korupsi pembelian gas oleh BUMD PD PDE pada Provinsi Sumatera Selatan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 09 November 2021  |  19:05 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Alex Noerdin. - Instagram @dodirezaalexnoerdin
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Alex Noerdin. - Instagram @dodirezaalexnoerdin
Bisnis.com, JAKARTA--Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah memblokir sejumlah aset hasil korupsi eks Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin beserta tiga orang tersangka lainnya.
 
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan penyidik Kejagung sudah mengajukan upaya pemblokiran aset milik keempat orang tersangka kasus korupsi pembelian gas oleh BUMD PD PDE pada Provinsi Sumatera Selatan.
 
Keempat tersangka tersebut adalah Alex Noerdin, Komisaris Utama PT PD PDE Gas Muddai Madang, Direktur PT DKLN A Yaniarsyah Hasan dan Direktur Utama BUMD PD PDE Provinsi Sumatera Selatan Caca Isa Saleh S.
 
"Kami sudah mengajukan izin blokir dan sita aset milik empat orang tersangka," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (9/11/2021).
 
Sayangnya, Supardi tidak merinci aset apa saja yang telah diajukan tim penyidik Kejagung untuk diblokir. 
 
Menurutnya, aset yang diblokir tidak hanya dalam bentuk rekening, tetapi juga aset tidak bergerak di wilayah Jakarta dan Palembang.
 
"Ada aset yang di Palembang dan ada yang di DKI Jakarta, sudah diajukan untuk pemblokiran," kata Supardi.
Alex Noerdin telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Politisi Golkar itu dinilai ikut bertanggungjawab dalam proyek pembelian gas oleh BUMD PD PDE. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alex noerdin
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top