Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Peringati Maulid Nabi, Muhammadiyah Singgung Soal Kejujuran

Akhlak soal kejujuran dan amanah perlu diteladani dari Nabi Muhammad SAW.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 20 Oktober 2021  |  14:29 WIB
Peringati Maulid Nabi, Muhammadiyah Singgung Soal Kejujuran
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti - umm.ac.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan peringatatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum agar meneladani sikap nabi, yakni jujur dan amanah.

Menurutnya, itulah akhlak yang perlu dihadirkan pada masa kini. “Salah satu akhlak yang melekat dalam diri Muhammad sebelum dan setelah menjadi rasul adalah kejujuran dan amanah. Inilah akhlak yang perlu kita hadirkan pada masa kini,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/10/2021).

Mu’ti menegaskan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw harus meningkatkan komitmen umat Islam untuk mengikuti ajaran Rasulullah.

“Dan karena itu yang jadi bagian penting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari peri-kehidupan Rasulullah dan kemudian menjadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai bagian dari proses edukasi atau proses di mana kita berusaha untuk membentuk karakter muslim yang baik dengan meneladani peri-kehidupan Nabi Muhammad,” imbuhnya.

Dikatakannya, dalam Alquran Surat Al-Ahzab ayat 21, Nabi Muhammad disebut sebagai ‘uswah hasanah’. Di Alquran, gelar uswah hasanah diberikan hanya untuk Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim. Alquran menegaskan perintah untuk mengikuti Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah lewat Surat Ali Imran ayat ke-31.

“Ada faktor internal dalam pribadi Nabi Muhammad yang sangat utama, sangat mulia sehingga orang bisa mengambil keteladanan dari sikap-sikap Nabi Muhammad itu. Dan ketika Aisyah ditanya bagaimana sifat Nabi Muhammad itu Aisyah menjawab akhlaknya adalah Alquran,” terang Mu’ti.

“Karena itu kemudian mengikuti Nabi Muhammad adalah sesuatu yang utama, yang diperintahkan. Nah orang yang bisa mengikuti itu disebut sebagai orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah dan mendapatkan pertolongan Allah pada hari kiamat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhammadiyah maulid nabi
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top