Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia dan Korsel Teken Nota Kesepahaman Bilateral di Sektor Maritim

Indonesia dan Korea Selatan membahas mengenai berbagai proyek kerja sama melalui Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 16 Oktober 2021  |  04:00 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan konferensi pers evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, Sabtu (17/7/2021). - zoom meeting
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan konferensi pers evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, Sabtu (17/7/2021). - zoom meeting

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman bilateral dengan empat isu sektor kemaritiman.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyambut kedatangan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong-Hyeok ke Indonesia.

Secara khusus, kata Luhut, dalam pertemuan keduabelah pihak membahas mengenai berbagai proyek kerja sama Indonesia dan Republik Korea melalui Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) seperti, restorasi mangrove, penanganan sampah laut, perubahan iklim, dan beberapa isu lainnya terkait kemaritiman.

Empat isu yang dibahas dalam MoU ini adalah pengembangan teknologi terkait industri jasa instalasi lepas pantai, mendorong komunikasi dan kerja sama di sektor swasta, peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia, dan decommissioning (penutupan fasilitas dan pemulihan lingkungan anjungan migas) dan pemanfaatan kembali pabrik lepas pantai.

“Saya mengajak Korea bersama Indonesia untuk membangun dunia yang mengutamakan prinsip keberlanjutan untuk generasi mendatang,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (15/10/2021).

Selain melaksanakan pertemuan bilateral, kedua menteri juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Industri Jasa Instalasi Lepas Pantai. MoU ini juga ditandatangani oleh kelima perusahaan yang terkait dalam kerja sama ini, yaitu GasEntec dan Samin MTS dari Korea, serta Elnusa, GTSI, JSK Shipping dari Indonesia.

Luhut menyebut MoU ini dapat menjadi dasar kerja sama antara Indonesia dan Korea untuk pembongkaran platform lepas pantai yang ditinggalkan. Platform lepas pantai yang tidak terpakai akan digunakan untuk artificial coral reefs, akuakultur, wisata laut, dan pusat penelitian.

Menteri Moon Seong-Hyeok juga merasa senang adanya meeting dan MoU hari ini. Korea selalu mendukung berbagai kerja sama bilateral dengan Indonesia utamanya terkait isu kemaritiman.

"Saya harap berbagai industri dapat terus berkembang melalui kerja sama ini,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan maritim Luhut Pandjaitan kemenko kemaritiman
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top