Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polri Segera Gelar Sidang Etik Terpidana Napoleon Bonaparte

Sidang etik terhadap terpidana Napoleon Bonaparte tidak hanya terkait kasus gratifikasi tetapi juga perkara tindak pidana penganiayaan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 20 September 2021  |  20:24 WIB
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan) saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Antara
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan) saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polri segera menggelar sidang etik untuk terpidana Napoleon Bonaparte setelah pengajuan bandingnya berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Polisi Ferdy Sambo menjelaskan bahwa terpidana Napoleon Bonaparte saat ini tengah dalam proses pengajuan banding terkait perkara dugaan tindak pidana suap atau gratifikasi red notice buronan Djoko Soegiharto Tjandra.

"Komisi kode etik Polri sudah mempersiapkan sidang komisi etik terhadap Irjen NB (Napoleon Bonaparte) setelah inkracht," kata Ferdy di Mabes Polri, Senin (20/9/2021).

Menurut Sambo, sidang etik tersebut digelar tidak hanya terkait kasus gratifikasi tetapi juga perkara tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terpidana Napoleon Bonaparte kepada tersangka Muhammad Kosasih atau Muhammad Kece.

"Propam Polri juga telah memeriksa petugas jaga tahanan yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik, sehingga terjadi penganiayaan di dalam sel tahanan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri akan memeriksa terpidana Napoleon Bonaparte besok Selasa (21/9) terkait perkara tindak pidana penganiayaan terhadap tersangka Muhammad Kosasih alias Muhammad Kece.

Diberitakan sebelumnya, terpidana Irjen Pol Napoleon Bonaparte diduga melakukan penganiayaan terhadap tersangka Muhammad Kosasih atau Muhammad Kece di dalam tahanan.

Direktur Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengatakan terpidana Napoleon Bonaparte telah bekerja sama dengan narapidana lainnya di dalam tahanan untuk memegangi Muhammad Kece dan melemparinya dengan kotoran manusia yang telah disiapkan oleh terpidana Napoleon Bonaparte.

Selain itu, kata Andi, terpidana Napoleon Bonaparte juga melumuri kotoran manusia tersebut ke wajah dan tubuh tersangka Muhammad Kece.

"Jadi kotoran manusianya sudah disiapkan di dalam kamar NB (Napoleon Bonaparte)," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri kasus penganiayaan propam gratifikasi bareskrim polri
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top