Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Kejar 'Utang Masa Lalu" Tiga Anak Presiden Soeharto

Pemerintah di bawah komando Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus mengejar kewajiban yang ditanggung oleh tiga anggota keluarga Cendana.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 12 September 2021  |  16:14 WIB
Warga melintas di dekat plang pengaman yang di pasang satgas untuk menguasai aset tanah eks BLBI di Karet Tengsin. Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI supaya bisa dikelola secara optimal. - BISNIS/Suselo Jati
Warga melintas di dekat plang pengaman yang di pasang satgas untuk menguasai aset tanah eks BLBI di Karet Tengsin. Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI supaya bisa dikelola secara optimal. - BISNIS/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga anggota keluarga Cendana terlilit utang ke pemerintah hingga triliunan rupiah. Utang-utang itu merupakan 'warisan' dari berbagai bentuk bantuan dan program yang diterima oleh ketiganya selama Presiden Soeharto berkuasa.

Ketiga anggota keluarga Cendana itu antara lain Bambang Trihatmodjo, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, dan Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto. Jumlah utangnya pun tak main-main hingga mencapai triliunan rupiah.

Sampai saat ini, pemerintah terus berupaya untuk mengambil haknya dari ketiga anak mantan Presiden Soeharto itu. Utangnya berbagai macam, mulai dari utang terkait pelaksanaan SEA Games XIX Tahun 1997 hingga Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Adapun Bisnis mencoba merangkum daftar utang Tommy, Bambang, dan Tutut.

  1. Tommy Soeharto

Tommy Soeharto memiliki utang sejumlah Rp2,61 triliun kepada negara. Utangnya itu terkait dengan perusahaan mobil bentukan Soeharto, PT Timor Putra Nasional.

Beberapa waktu lalu Satgas memanggil Tommy lantaran dia merupakan pengurus dari PT Timor Putra Nasional. Selain Tommy ada nama  Ronny Hendrato Ronowocaksono juga yang juga dipanggil pemerintah terkait BLBI dan PT TImor.

Tommy bukan merupakan obligor dari dana BLBI. Namun, nama Tommy masuk daftar pemanggilan Satgas karena utang PT TImor. Perusahaan yang tadinya diharapkan jadi produsen mobil nasional itu, menunggak kepada belasan bank yang kini sudah melebur jadi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

  1. Tutut Soeharto

Tutut merupakan orang kedua di trah Cendana yang 'dikejar-kejar' pemerintah terkait pelunasan utang BLBI.

Tutut mendapatkan dana BLBI lewat PT Citra Mataram Satriamarga, PT Marga Nurindo Bhakti, PT Citra Bhakti Margatama Persada. Adapun, dikutip dari Tempo, utang yang ditagih negara berdasarkan dokumen yang beredar adalah Rp 191.616.160.497, Rp 471.479.272.418, US$ 6.518.926,63, dan Rp14.798.795.295.

Tutut belum pernah dipanggil oleh Satgas BLBI. Namun, pemerintah telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. 

Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI. Adapun Bank Yama adalah salah satu eks debitur BLBI. Bank Yama dalam sejumlah sumber disebutkan sebagai penyedia jasa keuangan milik putri mendiang Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto.

  1. Bambang Trihatmodjo

Putra kedua Soeharto ini, memiliki utang kepada negara terkait dengan penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Bambang merupakan ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah Orde Baru menjadi penyelenggara SEA Games di Jakarta.

Konsorsium itu bertugas menyediakan dana untuk penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Kementerian Sekretariat Negara, menyebutkan saat itu rupanya konsorsium swasta kekurangan dana meminta pemerintah untuk menalangi sebesar Rp35 miliar.

Uang yang akhirnya jadi utang itu, belum kunjung dibayarkan Bambang. Malahan Bambang menolak dan buntutnya dia decekal untuk bepergian ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blbi soeharto cendana tommy soeharto Bambang Trihatmodjo
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top