Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pragmatisme Politik dan Cacat Bawaan Sistem Presidensial Multipartai

Konstelasi politik nasional sudah mulai "pemanasan" meskipun pemilihan presiden 2024 masih tiga tahun lagi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Agustus 2021  |  07:06 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (23/8/2021) - BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (23/8/2021) - BPMI Setpres
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Meski pemilihan presiden dan anggota legislatif masih tiga tahun lagi pada 2024, namun konstelasi politik nasional mulai mengalami “pemanasan” di tengah kesibukan pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Ibarat memulai sebuah kegiatan pertandingan olah raga, pemanasaan dimulai ketika Presiden Joko Widodo mengundang para ketua umum dan sekretaris jenderal partai pendukung pemerintah ke Istana Negara.

Menariknya, pada pertemuan Rabu (25/8/2021) itu Presiden Jokowi juga mengundang Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno yang notabene bukan anggota koalisi pemerintahan Kabinet Indonesia Maju hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kehadiran PAN awalnya dikonfirmasi oleh Sekjen Partai Nasdem Jhonny G. Plate. Dia mengungkapkan pertemuan itu dihadiri seluruh pimpinan partai koalisi yang ada di parlemen, yakni PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Gerindra ditambah PAN yang langsung dihadiri sang Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.

Kendati demikian, Jhonny Plate berdalih pertemuan itu bukan pertemuan politik. Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut juga membantah kalau pertemuan itu sebagai upaya pembahasan reshuffle, tapi membahas lima agenda strategis. Agenda itu termasuk update dan tantangan dalam penanganan Covid-19, perkembangan makro ekonomi nasional serta pembahasan ibu kota negara baru.

Pendek kata, pertemuan kepala negara dengan tujuah partai politik nasional, karena tanpa PKS dan Partai Demokrat, diklaim membahas soal upaya menyatukan semua elemen bangsa untuk mengatasi pandemi Covid-19. Sekjen PKB Hasanuddin Wahid mengatakan tujuan rapat itu untuk menyatukan semua kekuatan dan elemen bangsa untuk bahu membahu dan berjibaku mengatasi pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi.

“Kita harus mengurai semua hambatan-hambatan yang menghalangi percepatan penanganan pandemi dan pembangunan nasional," kata Wahid kepada wartawan merujuk pada tujuan pertemuan parpol koalisi plus PAN tersebut.

Lebih tegas lagi Sekjen PDI Perjuangan Hasto  Kristiyanto yang juga hadir pada pertemuan itu mengaku kehadiran PAN menjadi energi positif bagi pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Hasto sekaligus menyebut kehadiran Zulkifli dan Eddy semakin membuktikan bagaimana gotong royong dikedepankan dan dihadirkan.

"Beliau memberikan energi positif bagi konsolidasi pemerintahan Presiden Jokowi dan KH Ma’ruf Amin yang sangat penting di tengah pandemi," kata Hasto.

1 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai politik pemilihan presiden
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top