Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Berkurang, Belanda Pertimbangkan Hapus Pembatasan Sosial 20 September

Sepekan hingga 10 Agustus, kasus di Belanda turun 14 persen menjadi 103 kasus per 100.000 penduduk, menurut Institut Kesehatan Nasional Belanda.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Agustus 2021  |  15:18 WIB
Covid-19 Berkurang, Belanda Pertimbangkan Hapus Pembatasan Sosial 20 September
Stasiun Sentral Amsterdam, Belanda. pada 24 April 2013. - Reuters/Cris Toala Olivares

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Jumat (13/8) mengatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan penghapusan aturan pembatasan sosial pada 20 September lantaran kasus Covid-19 di negara itu sudah berkurang.

Sepekan hingga 10 Agustus, kasus di Belanda turun 14 persen menjadi 103 kasus per 100.000 penduduk, menurut Institut Kesehatan Nasional Belanda.

Namun, Rutte mengatakan sejumlah pembatasan Covid-19 masih diperlukan untuk saat ini, termasuk penutupan kelab malam dan restoran usai tengah malam.

Upaya untuk menghapus sebagian besar pembatasan, seperti pada kehidupan malam, pada 26 Juni harus ditunda dua pekan setelah infeksi di kalangan kaum muda melonjak.

"Awal musim panas mengajari kami bahwa kita musti hati-hati benar," ucap Rutte.

Namun, katanya, kampus-kampus akan diizinkan beraktivitas kembali pada akhir Agustus tanpa mengharuskan mahasiswa menjaga jarak fisik di dalam kelas.

Sekitar dua pertiga warga Belanda yang berusia 16 tahun ke atas telah disuntik vaksin lengkap dan 90 persen mengaku telah atau berencana divaksin anti-Covidd-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanda amsterdam Lockdown

Sumber : Antara, Reuters,

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top