Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kata Kemlu Soal Dugaan Pemukulan Diplomat dan Penarikan Dubes Nigeria

Kementerian Hukum dan HAM melakukan proses investigasi internal menyikapi insiden dugaan pemukulan diplomat Nigeria oleh petugas imigrasi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 12 Agustus 2021  |  14:32 WIB
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah - Kemlu.go.id
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah - Kemlu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melakukan investigasi terkait kasus dugaan kekerasan yang dialami oleh diplomat Nigeria di Jakarta beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa Kementerian Hukum dan HAM melakukan proses investigasi internal menyikapi insiden tersebut.

“Ada dua hal sebenarnya proses investigasi internal di imigrasi atas insiden ini dan pengelolaan hubungan bilateral pascainsiden. Kedua-duanya saat ini masih berjalan,” kata Faiz kepada Bisnis, Kamis (12/8/2021).

Selain itu, pejabat Kementerian Luar Negeri disebut juga sudah bertemu dengan Dubes Nigeria, Usman Ogah untuk membahas insiden tersebut dan hubungan bilateral yang telah terjalin selama ini.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama menarik duta besar untuk Indonesia Usman Ogah. Langkah itu diambil sebagai protes atas tindakan yang dialami diplomat mereka.

“Kami memutuskan untuk memanggil pulang duta besar kami di Jakarta, di Indonesia,” kata Geoffrey dalam keterangan video yang diunggah melalui akun Facebook Kemlu Nigeria, Selasa (10/8/2021).

Menanggapi kabar tersebut, Faizasyah menegaskan bahwa pihaknya belum mendapat informasi terkait pemanggilan itu. “Saya belum mendapat informasi bahwa Dubes designate Nigeria sudah meninggalkan Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta Ibnu Chuldun menegaskan permasalahan antara petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan dengan warga negara asing (WNA) asal Nigeria yang viral di media sosial belakangan ini telah diselesaikan.

Seperti diketahui, sebuah video viral di media sosial dikaitkan dengan aksi kekerasan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan terhadap seorang diplomat warga Nigeria pada Sabtu (7/8/2021).

Ibnu memberikan klarifikasi terhadap tudingan dalam video yang beredar. Dia menyebut permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dengan disertai petugas kepolisian Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya.

"Setelah proses mediasi dan mendengarkan kronologi kejadian dari kedua belah pihak akhirnya petang itu juga petugas dan WNA tersebut sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat berdamai disaksikan oleh Pimpinan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Duta Besar Nigeria," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/8/2021).

Ibnu menegaskan justru diplomat asal Nigeria tersebut yang bertindak arogan dan lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap petugas Imigrasi.

"Justru WNA asal Nigeria itu yang melakukan pemukulan terhadap petugas kami saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi. Yang bersangkutan dibawa ke kantor karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen dan malah menantang untuk ditahan," ujar Ibnu.

Ibnu memerinci, akibat pemukulan tersebut, salah satu petugas Imigrasi mengalami luka bengkak dan berdarah pada bagian bibir sebelah kiri. Hal itu, jelsnya, bisa dibuktikan dari hasil visum yang dilakukan atas petugasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nigeria imigrasi diplomat kemenkumham
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top