Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Universitas Jepang Peduli Bajo, Museum Virtual Budaya Lokal Dijajaki

Mahasiswa Universitas Waseda Jepang menunjukkan kepedulian mereka terhadap budaya Bajo, Sulawesi. Sementara itu, sejalan dengan hal itu, Kementerian PUPR mengkaji pengembangan museum virtual budaya lokal.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 23 Juli 2021  |  21:33 WIB
Universitas Jepang Peduli Bajo, Museum Virtual Budaya Lokal Dijajaki
Perkampungan Suku Bajo di Konawe, Sulawesi Tenggara. - Antara

Bisnis.com, JAKATA – Regenerasi kota menjadi salah satu usaha kota untuk membentuk kembali citra (image)-nya. Hal itu disadari betul oleh civitas akademika Program Internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda Jepang yang menggelar daring “Menyelamatkan Budaya Bajo”.

Diskusi pekan lalu itu melibatkan mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda yang meneliti budaya Bajo, suku di Sulawesi, sejak April 2021.

Andhika Budi Prasetya, narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memberikan paparan secara mendalam mengenai jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Dia juga memberikan komentar terhadap ide dan usulan para mahasiswa internasional yang peduli pada  pelestarian budaya Bajo, khususnya Suku Bajo yang bermukim di Desa Mola Raya, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Selain melakukan studi literatur, mahasiswa Internasional Fakultas Sosial, Universitas Waseda Jepang juga telah sering berinteraksi dan berdiskusi dengan wakil pemuda dari Desa Mola Raya melalui sejumlah pertemuan daring. Proses interaksi ini didampingi Putra Arief Budiman dari Kementerian PUPR yang tengah menyelesaikan studi doktoral di Universitas Waseda.

Setelah 4 bulan melakukan penelitian, para mahasiswa yang terbagi menjadi lima kelompok menyampaikan ide dan usulan mereka untuk mendukung pelestarian budaya Bajo.

Usulan-usulan ini meliputi pemberian place branding baru untuk komunitas Bajo Mola, kolaborasi desain souvenir antara Jepang dan komunitas Bajo, pembuatan buku-buku dongeng untuk anak, pemberdayaan material bambu untuk mendukung pelestarian arsitektur tradisional, serta pembuatan museum virtual untuk mempromosikan lansekap Bajo Mola.

“Saya sangat menyukai ide pembuatan museum virtual untuk mempromosikan budaya lokal. Usulan mahasiswa Universitas Waseda ini memberi inspirasi kepada kami untuk mengembangkan museum virtual sebagai kegiatan kementerian,”kata Andhika melalui keterangan tertulis.

Hadir juga dalam pertemuan daring itu, wakil dari Komunitas Bajo Mola Iwan Bento yang memberikan saran perbaikan dan juga apresiasi terhadap usulan mahasiswa Universitas Waseda.

Sementara itu, Riela Provi Drianda, Lektor dari Universitas Waseda, berharap bahwa pandemi tidak membatasi komunitas global untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

“Akan lebih banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia dan internasional untuk mempromosikan pelestarian warisan budaya benda maupun non benda ke depannya,” kata Riela.

Kegiatan ini juga didukung oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) DKI Jakarta yang telah bekerja sama dengan Fakultas Sosial, Universitas Waseda Jepang terkait kegiatan pelestarian cagar budaya khususnya di Jakarta sebagai salah satu program IAP DKI.

Ketua IAP DKI Jakarta, Dhani M. Mutaqin mengapresiasi kegiatan dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda Jepang dan berharap mereka dapat berkontribusi pula pada rencana kegiatan kolaborasi bersama IAP DKI terkait dengan pelestarian cagar budaya di Provinsi DKI Jakarta.

“Pada hakikatnya warisan budaya adalah milik bersama dan harus dijaga agar tetap lestari sehingga generasi mendatang bisa mempelajari dan menikmatinya. Oleh karena itu, program kolaborasi skala global seperti ini adalah inisiatif yang sangat baik dan harus kita perkuat,” kata Dhani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perguruan tinggi kebudayaan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top