Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebijakan Tiga Anak China, Warganet Minta Insentif

China kembali melonggarkan kebijakan Keluarga Berencana karena mendapati angka kelahiran tidak meningkat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juni 2021  |  19:31 WIB
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan China memperbolehkan satu keluarga untuk memiliki tiga anak disambut skeptis oleh netizen.

Dilansir dari Tempo.co Selasa (1/6/2021), netizen di berbagai media sosial lokal menyampaikan keraguannya terhadap kebijakan tersebut. Menurut mereka, kebijakan itu tidak akan berdampak besar terhadap angka kelahiran China jika tak ada insentif.

China kembali melonggarkan kebijakan Keluarga Berencana karena mendapati angka kelahiran tidak meningkat. Mereka khawatir jika hal tersebut terus berlanjut, maka tidak akan ada bonus demografi di mana kelompok usia produktif lebih banyak dibanding nonproduktif.

Adapun, Pemerintah China menjanjikan bakal ada kebijakan pendukung soal ini.

"Aku tidak begitu paham soal kebijakan ini. Apa yang mereka maksud dengan kebijakan pendukung itu," ujar salah satu netizen di media sosial Weibo yang postingannya mendapat 128.000 jempol.

Netizen melanjutkan, kebijakan tiga anak China juga tidak akan berhasil apabila biaya hidup tinggi. Menurut mereka, biaya hidup untuk mengurus dua anak saja sudah mahal, apa lagi tiga.

Biaya hidup tersebut sudah meliputi uang sekolah, bimbingan belajar, kegiatan ekstrakurikuler, liburan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Khusus Netizen perempuan, mereka khawatir kebijakan tiga anak ini bakal mengancam karir dan kesempatan kerja jika diwajibkan. Sebab, saat ini saja, perbandingan pria dan perempuan dalam memperoleh kesempatan kerja (nonrumah tangga) dan gaji layak saja sudah timpang.

"Para perempuan karir di kota-kota besar akan semakin terdiskriminasi. Untuk perempuan berusia di atas 30 tahun, mereka akan semakin sulit mendapat pekerjaan," ujar salah satu penggunaan Weibo lainnya.

Keraguan warga terhadap kebijakan baru China dipertegas survei media milik pemerintah, Xinhua. Survei menunjukkan 29.000 dari 31.000 responden tidak terpikir untuk memiliki tiga anak meski diperbolehkan.

Dari 2.000 responden yang tersisa, reaksi yang diberikan terpecah menjadi tiga.

Ketiganya adalah "siap memiliki tiga anak", "ada di dalam agenda", serta "ragu karena banyak hal harus dipertimbangkan".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china anak weibo Covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top