Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alihkan Paksa Penerbangan, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Belarusia

Pihak UE menuntut pembebasan segera Roman Protasevich, yang menjadi kritikus utama Presiden Belarusia yang otoriter, Alexander Lukashenko.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  09:51 WIB
Bendera Uni Eropa - Reuters
Bendera Uni Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa menyetujui sanksi terhadap Belarusia, termasuk larangan penggunaan wilayah udara dan bandara kelompok negara itu akibat kemarahan atas pengalihan paksa pesawat penumpang untuk menangkap Roman Protasevich, jurnalis dan juga seorang tokoh oposisi.

Para pemimpin Uni Eropa menyebut telah terjadi 'pembajakan' yang tidak pantas terhadap pesawat Irlandia, Ryanair yang terbang dari Yunani ke Lituania pada hari Minggu (23/5/2021). Pihak UE menuntut pembebasan segera Roman Protasevich, yang menjadi kritikus utama Presiden Belarusia yang otoriter, Alexander Lukashenko.

Para pemimpin Uni Eropa juga memutuskan untuk memberikan sanksi individu kepada pejabat yang terkait dengan operasi tersebut. Selain itu, Uni Eropa juga meminta Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk memulai penyelidikan atas apa yang mereka lihat sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Uni Eropa bahkan menilai tindakan itu tergolong sebagai 'terorisme negara'. Keputusan hasil pertemuan tingkat tinggi KTT itu akan menjadi tindakan segera setelah proses hukum memungkinkan.

Presiden AS, Joe Biden juga mengutuk Belarusia atas tindakannya dan mengatakan dia telah meminta penasihatnya untuk memberinya opsi untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional Biden, yang berbicara dengan pemimpin oposisi Belarusia di pengasingan, Sviatlana Tsikhanouskaya, mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki "dukungan kuat untuk tuntutan rakyat Belarusia akan demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan fundamental.

Dalam sebuah video yang dirilis kemarin, Protasevich mengatakan dia bekerja sama dengan pihak berwenang dan "mengakui" tuduhan mengerahkan aksi protes.

Berbicara dalam sebuah video yang diedarkan oleh saluran TV negara, Protasevich berkata, “Saya berada di Pusat Penahanan nomor 1 di Minsk. Saya dapat mengatakan bahwa saya tidak memiliki masalah kesehatan, termasuk dengan jantung saya atau organ lain."

Pria berusia 26 tahun itu mengenakan penutup kepala warna hitam dan duduk di belakang meja di sebuah ruangan biasa dengan sebungkus rokok di sampingnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa belarusia

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top