Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegat Penerbangan Sipil, Para Pemimpin Eropa Ancam Belarusia

Para pemimpin Barat mengutuk insiden di mana sebuah pesawat perang Belarusia mencegat penerbangan antara Yunani dan Lituania untuk menangkap jurnalis pembangkang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  08:31 WIB
Ilustrasi - Pesawat Airbus A320-200 milik Uzbekistan Airways lepas landas di Bandara Minsk di Belarusia pada 19 April 2018./Reuters - Airways
Ilustrasi - Pesawat Airbus A320-200 milik Uzbekistan Airways lepas landas di Bandara Minsk di Belarusia pada 19 April 2018./Reuters - Airways

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemimpin Eropa mengancam akan membatasi lalu lintas udara internasional di langit Belarusia dan kemungkinan membatasi transportasi daratnya.

Ancaman itu diungkapkan pada Senin (24/5/2021) setelah sebuah pesawat penumpang Ryanair dipaksa mendarat oleh otoritas Belarusia. Insiden yang terjadi pada Minggu (23/5/2021) itu dikecam oleh negara-negara Barat sebagai pembajakan negara'. 

Para pemimpin Barat mengutuk insiden di mana sebuah pesawat perang Belarusia mencegat penerbangan antara Yunani dan Lituania dan memaksanya mendarat di Minsk, tempat Roman Protasevich, jurnalis pembangkang ditangkap.

Negara-negara menyerukan pembebasan Roman yang berusia 26 tahun, yang unggahan media sosialnya dari pengasingan telah menjadi salah satu kanal independen terakhir untuk berita tentang negara itu sejak tindakan keras massal terhadap perbedaan pendapat tahun lalu.

"Ini secara efektif adalah pembajakan penerbangan, yang disponsori negara," kata Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney. Dia menggunakan istilah yang digaungkan oleh sejumlah negara lain.

Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde mengutuk insiden tersebut. "Ini berbahaya, sembrono, dan tentu saja EU akan bertindak."

Kepresidenan Prancis mengatakan permintaan telah dikirim ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk menangguhkan penerbangan internasional di atas ruang udara Belarusia. Upaya untuk melarang maskapai negara Belarusia Belavia dari bandara Eropa juga akan dibahas, termasuk langkah-langkah yang tidak ditentukan terkait jaringan transportasi darat.

Sebuah maskapai penerbangan Latvia, airBaltic, menjadi yang pertama mengumumkan tidak akan lagi menggunakan ruang udara Belarusia, dan Avia Solutions yang terdaftar di Siprus mengatakan maskapai penerbangannya yang berbasis di Lithuania akan melakukan hal yang sama.

Menteri transportasi Lituania, Marius Skuodis, mengatakan maskapai penerbangan Polandia LOT dan Hongaria Wizzair akan mengikuti keputusan itu dan mengumumkan bahwa semua penerbangan ke dan dari bandara Lituania mulai tengah malam GMT harus menghindari wilayah udara Belarusia.

Namun, pilihan untuk tindakan pembalasan Barat tampak terbatas. ICAO yang berbasis di Montreal tidak memiliki kekuatan regulasi, dan EU tidak memiliki kewenangan atas penerbangan lepas landas dan mendarat di Belarusia atau terbang di atas ruang udaranya, selain dari penerbangan langsung yang berasal atau mendarat di Eropa. Belarusia sebelumnya telah mengabaikan sanksi keuangan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Sebelum pertemuan yang dijadwalkan dari 27 pemimpin nasional Uni Eropa di Brussels, Perdana Menteri Lituania Ingrida Simonyte mengatakan dia akan mendesak mitra untuk menutup wilayah udara Belarusia untuk penerbangan internasional. Dia tidak menjelaskan bagaimana upaya itu akan dicapai.

Dia kemudian mengusulkan agar lembaga seperti Bank Investasi Eropa tidak boleh berpartisipasi dalam proyek yang membiayai Minsk. Pemerintahnya menyarankan warganya untuk menahan diri dari melakukan perjalanan ke Belarusia dan mendesak mereka yang sudah berada di sana untuk meninggalkan negara itu.

Belarusia mengatakan pihaknya bertindak sebagai tanggapan atas ancaman bom dalam penerbangan, yang ternyata merupakan peringatan palsu. Disampaikan pada Senin bahwa petugas pengontrol darat telah memberikan panduan untuk penerbangan itu tetapi tidak memerintahkan pesawat itu untuk mendarat.

Media pemerintah mengatakan keputusan untuk intervensi telah diperintahkan secara pribadi oleh Presiden Alexander Lukashenko.

Rusia, yang telah memberikan dukungan keamanan, diplomatik dan keuangan kepada Lukashenko, menuduh Barat munafik. Tercatat bahwa pada 2013, penerbangan dari Moskow yang membawa Presiden Bolivia telah dialihkan ke Austria setelah laporan buronan intelijen Amerika Serikat Edward Snowden mungkin ada di dalamnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa belarusia

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top