Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serangan di Masjid Al-Aqsa: Turki Siap Bela Palestina

Serangan tentara israel di Masjid Al-Aqsa telah melukai ratusan jemaah yang sedang beribadah.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  07:02 WIB
ejumlah Muslim beribadah di depan masjid Kubah Batu di halaman yang dikenal umat Muslim sebagai Al Haram Al-Syarif dan Temple Mount oleh Yahudi di Kota Tua Yerusalem, Rabu (21/6/2017), pada bulan Ramadan. - Reuters
ejumlah Muslim beribadah di depan masjid Kubah Batu di halaman yang dikenal umat Muslim sebagai Al Haram Al-Syarif dan Temple Mount oleh Yahudi di Kota Tua Yerusalem, Rabu (21/6/2017), pada bulan Ramadan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Turki menyatakan akan membela rakyat Palestina setelah serangan tentara Zionis di Masjid Al-Aqsa yang melukai ratusan jemaah yang sedang beribadah.

Dilansir dari kantor berita Anadolu pada Selasa (11/5/2021), Turki menjadi salah satu negara yang mengecam keras tindakan Israel dan menyatakan siap membela rakyat Palestina.

Direktur Komunikasi Pemerintah Turki, Fahrettin Altun menuliskan rangkaian tweet dalam akun media sosialnya dengan mengunggah video penyerangan di Masjid Al-Aqsa.

“Bayangkan tempat paling suci diserang pada hari paling mulia dalam agama tersebut. Bayangkan jemaah di Vatikan diserang orang-orang fanatik yang dibantu oleh pasukan bersenjata. Bayangkan Natal atau Hanukkah diganggu dengan kekerasan,” tulisnya.

Dia mengatakan Presiden Recep Tayyip Erdogan juga telah meminta dukungan internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina di mana Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Dia telah berbicara dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas, Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, Presiden RI Joko Widodo, Raja Yordania Abdullah II, dan Pemimpin Kuwait Sheikh Nawaf untuk meneruskan misi diplomatiknya untuk menghentikan pendudukan Palestina.

Sebelumnya, Presiden Erdogan dalam pidatonya di Ankara menyebut Israel sebagai negara teroris yang menyerang orang muslim di Yerusalem dengan cara yang biadab dan tanpa etika.

Kekerasan di Yerusaalem “adalah serangan terhadap seluruh umat muslim,” katanya dikutip dari TRT World. “Melindungi kemuliaan Yerusalem adalah tugas dari seluruh orang muslim,” tambahnya.

Dilansir dari Al Jazeera, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza Ashraf al-Qidra menyatakan terdapat 20 warga sipil, termasuk anak-anak tewas dalam serangan udara yang dilakukan Israel.

Sementara itu, 65 orang dilaporkan terluka akibat serangan tersebut. Serangan tersebut terjadi seiring dengan penyerangan polisi Israel ke dalam Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan 300 orang Palestina terluka.

Merespons serangan di masjid suci tersebut, Hamas menembakkan roket ke arah Israel hingga membunyikan sirine peringatan di Yerusalem, dekat dengan perbatasan Gaza.

Hamas mengeluarkan ultimatum kepada Zionis agar mundur dari Al-Aqsa dan beberapa titik di Yerusalem.

Abu Obeida, juru bicara sayap militer Hamas, mengatakan serangan roket itu merupakan tanggapan atas apa yang dia sebut sebagai "kejahatan dan agresi" Israel di Yerusalem. "Ini adalah pesan yang harus dipahami musuh dengan baik," katanya.

Hamas, penguasa Jalur Gaza, mengancam akan menambah serangan jika Israel meneruskan penyerbuan di komplek Al-Aqsa dan mengusir rakyat Palestina dari rumahnya di Yerusalem Timur.

Militer Israel mengatakan terdapat tujuh serangan roket yang diluncurkan dari Gaza. Salah satunya dapat dihadang oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina hamas israel turki
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top