Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jubir Presiden Jelaskan Pernyataan Jokowi soal Bipang Ambawang

Presden Joko Widodo meminta agar masyarakat yang rindu mudik untuk memesan makanan khas daerah masing-masing secara daring, tarmasuk Bipang Ambawang.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 Mei 2021  |  15:26 WIB
Fadjroel Rahman seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
Fadjroel Rahman seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menjelaskan perkataan Presiden Joko Widodo perihal Bipang Ambawang. Dia menyebut Bipang merupakan makanan tradisional di Kalimantan.

Kata Fadjroel, Bipang merupakan nama generik makanan khas Kalimantan, Sulawesi hingga Jawa. Di Kalimantan menurutnya disebut Bepang, di Sulawesi bernama Bepang dan Jipang di Jawa.

Fadjroel juga mengunggah makanan Bipang AA yang terbuat dari beras, talipur dan jagung. Unggahan ini dinilai untuk menampik anggapan Bipang Ambawang sebagai babi panggang khas Kalimantan.

“Bipang adalah nama generik makanan jaman dulu khas Kalimantan [Bepang]. Sulawesi [Bepang] dan Jawa [Jipang]. Di kampungku Kalimantan Selatan, contohnya Bipang AA produksi Bahrul Ilmi,” tulisnya dikutip Minggu (9/5/2021).

Sebelumnya, Presden Joko Widodo meminta agar masyarakat yang rindu mudik untuk memesan makanan khas daerah masing-masing secara daring.

“Yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lainnya, tinggal pesan,” katanya.

Sejak kemarin heboh di linimasa, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ikut memberikan klarifikasi. Menurutnya, masyarakat harus melihat dalam konteks secara keseluruhan pernyataan Presiden tersebut.

“Pernyataan Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal,” katanya.

Pernyataan itu lanjutnya ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku agama dan budaya serta kekayaan kuliner nusantara.

“Setiap makanan menjadi kekhawasan dan menjadi makanan favorit lokal. Jadi sekali lagi kuliner khas daerah yang disebut bapak Presiden tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam,” ujarnya.

Mendag ikut meminta maaf lantaran video tersebut menulai kesalahpahaman. Dia menyebut hanya ingin agar masyarakat bangga produksi dalam negeri termasuk kuliner khas daerah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi fadjroel rachman
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top