Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Partai Gelora atau PKS? Simak Perbedaaan Mendasar Keduanya

Partai Gelora mengusung platform arah baru sejarah Indonesia sebagai salah satu pemain utama kekuatan global. Hal ini berbeda dengan PKS yang cenderung eksklusif dengan segmen pemilih yang jelas.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  18:31 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta (kanan) didampingi Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho (tengah) dan Wasekjen PKS Fahri Hamzah (kiri) menjawab pertanyaan wartawan, pada konferensi pers Rapimnas PKS, di Semarang, Jateng, Kamis (18/4/2014). - Antara/R. Rekotomo
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta (kanan) didampingi Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho (tengah) dan Wasekjen PKS Fahri Hamzah (kiri) menjawab pertanyaan wartawan, pada konferensi pers Rapimnas PKS, di Semarang, Jateng, Kamis (18/4/2014). - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengakui bahwa Partai Gelora memiliki perbedaan platform yang fundamental tentang Indonesia masa depan dibandingkan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah dipimpinnya. 

Demikian dikemukakan oleh Anis Matta dalam keterangannya kepada wartawan. Pernyataan itu menjawab pertanyaan wartawan terkait kehadiran partai baru tersebut yang sebagian tokohnya  berasal sebelumnya dari PKS, Kamis (6/5/2021). 

Perbedaan itu antara lain, adalah Partai Gelora mengusung platform arah baru sejarah Indonesia sebagai salah satu pemain utama kekuatan global. Intinya, menjadikan Indonesia kekuatan kelima dunia setelah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Rusia dan China. 

Untuk mewujudkan hal itu, Partai Gelora mengajak semua komponen bangsa untuk berkolaborasi, katanya. Menurut Anis, Pancasila sebagai platform dasar berbangsa dan bernegara memiliki nilai inti kolaborasi. 

“Maka kemajuan Indonesia hanya bisa terwujud jika semangat kolaborasi ini kita kedepankan,” ujarnya. 

Seiring semangat kolaborasi, mantan Wakil Ketua DPR itu juga menyerukan untuk mengakhiri pembelahan yang terjadi di masyarakat. Pembelahan terjadi antara kelompok Islamis dan Nasionalis, antara kelompok tengah, kanan dan kiri. 

"Waktu saya memutuskan untuk mendirikan partai baru ini, saya melakukannya dengan satu keyakinan bahwa jika saya ingin mengisi sisa hidup dalam pengabdian, maka saya harus bisa memberikan kontribusi yang besar dan menjadi bagian dari proses penentuan arah sejarah baru Indonesia, katanya kepada wartawan. Arah baru itulah yang menjadi ide atau narasi utama Partai Gelora," kata Anis. 

Hanya saja dia mengakui tidak lazim dalam perpolitikan Indonesia karena narasi yang dia sampaikan terlalu rumit. Tetapi di lapangan kita menemukan fakta lain, masyarakat kita ternyata menerima sehingga banyak bergabung. 

“Narasi kami ternyata mewakili mimpi orang-orang di bawah," katanya. 

Anis menyatakan perlu menjelaskan secara detail ke publik mengenai perbedaan antara Partai Gelora dengan PKS. Dia mengaku kerap mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, termasuk dari para wartawan. 

Menurut Anis, dasar pendirian Partai Gelora adalah perbedaan pemikiran mengenai platform narasi arah baru sejarah Indonesia. 

Dimana Indonesia selama ini selalu menjadi  'residu' bagian permainan kekuatan politik global baik pada masa penjajahan, kemerdekaan, orde lama, orde baru dan reformasi 

"Kalau kita tidak mengambil posisi sebagai kekuatan utama global maka semua progran kita tidak akan berjalan,” katanya.

Karena itu, Anis Matta berharap semua pihak bisa memandang semua kelompok di masyarakat sebagai saudara dalam satu keluarga, yang diibaratkan memiliki kamar masing-masing, tapi memiliki satu ruang keluarga bersama dan bisa makan bersama dalam satu meja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks anis matta Partai Gelora
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top