Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Kerumunan di Mal dan Pasar, Kinerja Satgas Daerah Jadi Kunci

Untuk melihat dampak yang ditimbulkan dari kerumunan tersebut, baru dapat dilihat dua sampai tiga pekan pasca-peristiwa.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  07:39 WIB
Sejumlah warga berbelanja pakaian di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut, dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra - foc.\r\n
Sejumlah warga berbelanja pakaian di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut, dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra - foc.\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Sepekan terakhir terjadi kerumunan di pusat perbelanjaan seperti pasar dan mal karena warga berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran dan berbuka puasa bersama.

Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengandalkan kinerja Satgas Covid-19 Daerah untuk mencegah kerumunan terulang kembali.

“Satgas Penanganan Covid-19 sangat menyayangkan adanya kerumunan di berbagai lokasi akhir-akhir ini. Kerumunan yang terjadi di berbagai lokasi memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah kasus, karena pada prinsipnya kerumunan merupakan pelanggaran terhadap protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada konferensi pers, Selasa (4/5/2021).

Namun, untuk melihat dampak yang ditimbulkan dari kerumunan tersebut, baru dapat dilihat dua sampai tiga pekan pasca-peristiwa.

“Saya mohon kepada Satgas Daerah dengan poskonya di tingkat kelurahan untuk aktif mencegah mengawasi dan menindak tegas setiap pelanggaran berat atau kesehatan di fasilitas umum di wilayah kerja masing-masing,” tegas Wiku.

Dia mengimbau masyarakat juga untuk ikut berperan aktif dengan menghindari kerumunan di fasilitas publik yang ada.

Adapun, jika ingin tetap melaksanakan kegiatan yang melibatkan massa seperti buka bersama, Satgas menyarankan agar durasi acara dipersingkat.

Akan lebih baik jika acara dilaksanakan di luar ruangan untuk meminimalisir sirkulasi virus pada ruang tertutup dengan kewajiban diisi maksimal 50 persen dari kapasitas.

Untuk pesertanya, disarankan hanya dihadiri orang terdekat. Misalkan masih dalam satu keluarga atau kerabat dekat satu wilayah dengan pertimbangan lingkar interaksi dengan orang lain yang berpola sama.

Peserta yang hadir juga agar menegakkan protokol kesehatan ketat termasuk menjaga jarak antar orang minimal 1 meter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat belanja Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top