Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amerika Serikat Minta Warganya Segera Tinggalkan India

Kementerian Luar Negeri AS telah mengeluarkan petunjuk perjalanan tingkat 4 atau yang tertinggi agar warga AS tidak melakukan perjalanan ke India atau meninggalkan negara tersebut.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 April 2021  |  15:21 WIB
Seorang petugas keamanan (kanan) bertugas di Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Senin (25/5/2020). - Antara\r\n\r\n
Seorang petugas keamanan (kanan) bertugas di Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Senin (25/5/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat mengimbau warganya agar meninggalkan India seiring dengan krisis Covid-19 yang semakin parah.

Dilansir Bloomberg Kamis (29/4/2021), Kementerian Luar Negeri AS telah mengeluarkan petunjuk perjalanan tingkat 4 atau yang tertinggi agar warga AS "tidak melakukan perjalanan ke India atau meninggalkan negara tersebut setelah aman untuk melakukannya."

AS memiliki 14 penerbangan langsung ke India setiap harinya dan layanan lain yang terhubung melalui Eropa, kata departemen tersebut.

Seperti diberitakan, Otoritas dan rumah sakit India sedang berjuang untuk mengatasi infeksi dan kematian Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data resmi pada Kamis menunjukkan kasus baru naik 379.257 dalam 24 jam, sebanyak 3.645 orang meninggal dunia, menjadikan total 204.800 nyawa hilang.

Warga negara AS ditolak masuk oleh rumah sakit di beberapa kota karena kekurangan ruang, seperti dilaporkan situs web Kedutaan Besar dan Konsulat AS di India dalam peringatan kesehatan.

"Warga negara AS yang ingin meninggalkan India harus menggunakan pilihan transportasi komersial yang tersedia sekarang," seperti dikutip dari situs.

Semua layanan rutin warga negara AS dan layanan visa di Konsulat Jenderal AS Chennai telah dibatalkan.

Perwakilan kedutaan AS di Delhi tidak segera menanggapi pesan terkait warga AS dapat menerima bantuan meninggalkan India, dan apakah mereka menghadapi pembatasan atau tindakan karantina saat tiba di AS.

Negara Asia Selatan tengah memiliki beban kasus dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan 18,4 juta kasus. Timbunan kayu pemakaman massal, antrean ambulans di luar rumah sakit yang penuh sesak, dan permintaan oksigen di media sosial yang putus asa menggarisbawahi betapa tidak siapnya pemerintah pusat dan negara bagian India untuk menangani wabah ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india amerika serikat Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top