Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Temuan Pulau Baru di NTT Setelah Siklon Tropis Seroja

Temuan pulau baru di NTT usai siklon tropis seroja masih akan dikaji dan diteliti lagi lebih lanjut
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 April 2021  |  19:52 WIB
Bibit siklon tropis 94W di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua. Ada temuan pulau baru di NTT akibat siklon tropis seroja. - Antara
Bibit siklon tropis 94W di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua. Ada temuan pulau baru di NTT akibat siklon tropis seroja. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Temuan mengejutkan terkait adanya dugaan munculnya pulau baru di Kabupaten Rote Ndao, NTT setelah siklon tropis seroja.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menuturkan ada pulau yang muncul akibat air laut yang surut di perairan Kabupaten Rote Ndao, setelah Siklon Tropis Seroja. Namun, hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

"Kami informasikan memang ada satu daerah, yaitu di Kabupaten Rote Ndao, ada tanah yang muncul di atas permukaan laut. Namun, mesti diuji dulu apakah ini memang akibat bencana kemarin," ujar Josef Nae Soi dalam konferensi pers daring tanggap darurat bencana Siklon Seroja yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, ada kemungkinan pulau yang muncul itu akibat air laut yang surut. Oleh karena itu, harus dilakukan pengujian dan penelitian terkait kemunculan pulau kecil itu.

Dalam kesempatan itu, dia mengatakan adanya pertumbuhan bibit Siklon Tropis 94W di Samudera Pasifik utara Papua diharapkan tidak mengarah ke Indonesia.

"Kita berdoa siklon tropis itu jangan sampai ke Indonesia," ungkapnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (14/4/2021).

Secara terpisah, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan saat ini bibit siklon tropis di Utara Papua telah berkembang menjadi Siklon Tropis Surigae yang bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.

"Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah Utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8 - 20 knot," ujar Dwikorita dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Penamaan siklon atau Badai Tropis Surigae ini dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt pulau siklon tropis bmkg

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top