Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBMPTN 2021: Peserta Telat UTBK Tidak Bisa Ujian Susulan

Kalau halangan mereka hanya karena terlambat, itu tidak bisa diterima, kemudian yang tidak hadir ujian hari ini kemudian dia datang melapor, itu juga tidak bisa kami maklumi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 April 2021  |  13:01 WIB
Peserta mengikuti SBMPTN-UTBK di Universitas Negeri Padang, Senin. - Antara/Mutiara Ramadhani
Peserta mengikuti SBMPTN-UTBK di Universitas Negeri Padang, Senin. - Antara/Mutiara Ramadhani

Bisnis.com, PADANG - Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dimulai hari ini.

Pelaksanaan UTBK gelombang pertama yang hari ini, Senin 12 April akan berakhir pada 18 April 2021.

Sementara gelombang dua dimulai pada 26 April dan terakhir pada 30 April 2021 serta 1 dan 2 Mei 2021.

Terkait UTBK, Wakil Rektor I Universitas Negeri Padang Refnaldi menegaskan peserta yang terlambat hadir pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tidak diperbolehkan mengikuti ujian susulan.

"Kita tidak akan ada penambahan sesi atau hari ujian karena waktu kita juga terbatas dan termasuk pelaksanaan koreksi ujiannya secara nasional sudah dijadwalkan dengan begitu ketat," katanya di Padang, Senin (12/4/2021).

Bagi yang berhalangan hadir mengikuti ujian, pihaknya akan mengoordinasikan dengan panitia pusat dengan mempertimbangkan jenis halangannya.

"Kita lihat dulu apa alasan mereka tidak bisa hadir. Kalau halangan mereka hanya karena terlambat, itu tidak bisa diterima, kemudian yang tidak hadir ujian hari ini kemudian dia datang melapor, itu juga tidak bisa kami maklumi," ujarnya.

Jika memang berhalangan untuk hadir ujian, katanya, pelaporannya mesti jauh-jauh hari dengan alasan, seperti terindikasi positif Covid-19 atau sakit berat.

"Itu bisa dikoordinasikan lagi untuk tindak lanjutnya," katanya.

Refnaldi menyebutkan peserta UTBK tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu dari 17.740 peserta meningkat menjadi 18.095 peserta.

Peserta Saintek sebanyak 6.538 orang, Soshum sebanyak 9.056 orang, sedangkan kelompok ujian Campuran (Saintek dan Soshum) sebanyak 2.501 orang. Selain itu ada Tes Potensi Skolastik untuk mengukur kemampuan kognitif.

Untuk kelancaran UTBK, UNP menugaskan 1.743 pengawas dari unsur dosen dan tenaga kependidikan. Pengawas dikoordinir oleh 100 penanggung jawab lokasi.

Tahun ini UNP juga melayani delapan peserta berkebutuhan khusus, satu di antaranya tunanetra dan tujuh orang tunadaksa.

Untuk memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus, UNP menyediakan pengawas khusus dari jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP.

Pusat UTBK UNP menyediakan 910 komputer dan 111 komputer cadangan, 55 komputer pengawas yang tersebar di 55 laboratorium komputer di 10 lokasi di UNP.

Untuk pelaksanaan protokol kesehatan, UNP menugaskan 33 orang Satgas Covid-19 yang bertanggung jawab dalam penerapan disiplin prokes.

UNP juga melibatkan 34 tenaga keamanan yang terdiri atas unsur satpam, dosen, tenaga pendidik dan dua polisi per hari dari Polsek Padang Utara untuk menjamin keamanan lokasi ujian.

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 gelombang satu dimulai pada Senin.

"Selama mengikuti UTBK SNMPTN 2021, kerjakan soal dengan tenang, jujur dan percaya diri. Jangan lupa patuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar Ketua LTMPT Mohammad Nasih, di Jakarta, Senin.

Pelaksanaan UTBK gelombang pertama dimulai pada 12 April hingga 18 April 2021. Sementara gelombang dua dimulai pada 26 April hingga 30 April 2021 serta 1 Mei dan 2 Mei 2021.

Pelaksanaan UTBK diselenggarakan di 74 Pusat UTBK. Sedangkan untuk UTBK tuna netra terdapat di 51 Pusat UTBK.

Untuk sesi pertama dimulai pukul 06.45 WIB hingga 10.30 WIB. Sementara untuk sesi kedua, dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.35 WIB.

Peserta hanya dapat mengikuti tes pada hari dan tanggal yang sudah tertera pada kartu peserta UTBK SBMPTN.

Sebelum mengikuti ujian, peserta diminta untuk mengecek di Pusat UTBK apakah mensyaratkan tes swab maupun rapid atau tidak.

Peserta yang suhu badannya di atas 37,5 derajat Celsius tidak diperkenankan mengikuti ujian dan dipersilakan menuju ruangan khusus untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim medis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbmptn UTBK Universitas Negeri Padang

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top