Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sidang Sengketa Pilkada, Terungkap Orient Mengaku Takpunya Paspor AS

Staf KJRI di Los Angeles mengatakan Orient mengaku tidak memiliki paspor AS saat mengajukan penerbitan paspor Indonesia kepada petugas KJRI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2021  |  12:15 WIB
Orient P Riwu Kore - Istimewa
Orient P Riwu Kore - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sidang kasus sengketa pilkada Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, mengungkap masalah keimigrasian bupati terpilih Orient P Riwu Kore.

Staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles, Amerika Serikat, mengatakan Orient mengaku tidak memiliki paspor AS saat mengajukan penerbitan paspor Indonesia kepada petugas KJRI.

"Yang bersangkutan mengaku tidak memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat dan tidak pernah memiliki paspor Amerika Serikat," kata Staf Teknisi Imigrasi KJRI Los Angeles Sigit Setyawan.

Hal itu disampaikan Sigit pada sidang lanjutan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disiarkan Mahkamah Konstitusi (MK) secara virtual, di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Pernyataan Orient P Riwu Kore tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.

Meskipun demikian, KJRI Los Angeles tetap menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) kepada Orient.

SPLP diberikan karena saat itu yang bersangkutan dinilai masih dianggap sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Pada sidang tersebut Majelis Hakim MK Prof Saldi Isra menanyakan apakah KJRI Los Angeles mendapatkan atau menerima surat pemberitahuan diplomasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta perihal status kewarganegaraan Orient.

Sigit mengaku belum menerima surat resmi pemberitahuan diplomasi, tetapi telah membaca dari sejumlah media massa.

"Saya belum mendapatkan salinan resminya, Bapak," jawab Sigit menjawab pertanyaan Prof Saldi.

Setelah mengetahui perkara Orient Kore tersebut, pihak KJRI Los Angeles langsung melakukan pemeriksaan internal kepada petugas pelayanan keimigrasian.

Guna mencegah terjadinya kasus yang sama di kemudian hari, Sigit mengatakan wawancara menjadi hal sangat krusial sebelum penerbitan paspor atau dokumen lainnya yang berpotensi terjadinya kewarganegaraan ganda.

"Selama ini sudah kami lakukan, tetapi ke depan akan lebih ketat lagi," katanya.

Pada sidang sebelumnya Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua dengan status kewarganegaraan ganda Orient P Riwu Kore mengakui paspor Amerika Serikat miliknya akan berakhir pada 2027.

"Berakhir 2027 yang mulia," jawab Orient P Riwu Kore saat ditanya Hakim MK.

Pada sidang tersebut, Orient P Riwu Kore juga diketahui terakhir kali meninggalkan Amerika Serikat pada Maret 2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt sengketa pilkada KEWARGANEGARAAN GANDA

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top