Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta: Vaksinasi Mandiri Kadin Dipungut Biaya Rp600 Ribu

Pesan berantai itu berisi beberapa narasi yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2021  |  21:29 WIB
rnrnMenteri BUMN Erick Thohir (kanan), Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kedua kanan), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani (kedua kiri) dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani (kiri) usai penandatanganan perjanjian kerja sama pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (13/3/2021). - Antara\r\n
rnrnMenteri BUMN Erick Thohir (kanan), Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kedua kanan), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani (kedua kiri) dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani (kiri) usai penandatanganan perjanjian kerja sama pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (13/3/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Beredar sebuah pesan berantai mengabarkan kegiatan vaksinasi mandiri di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur, Surabaya, mulai Kamis (8/4/2021).

Vaksinasi mandiri itu, sebagaimana tertulis pada pesan tersebut, akan menggunakan vaksin Covid-19 Sinovac dan tidak dikenakan biaya bagi anggota Kadin yang memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sementara bagi masyarakat umum yang ingin ikut vaksinasi mandiri itu, mereka akan dikenakan biaya Rp600.000 dan termasuk dengan tes antigen.

"Vaksin mandiri SINOVAC bersama PolarClinic di Surabaya.

Umur diatas 18 tahun

Pelaksanaan mulai tgl 8 April

Bertempat di KADIN,"

Demikian isi potongan narasi dalam pesan yang ramai beredar melalui WhatsApp sejak pekan pertama April 2021 tersebut. Namun, benarkah vaksin mandiri Sinovac di Kadin Jatim dikenakan Rp600 ribu bagi masyarakat umum?

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, yang dikonfirmasi berantai itu menyebut, bahwa kabar tersebut tidak benar.

"Hoax itu mbak," demikian pesan singkatnya.

Pengusaha sektor agribisnis asal kota Batu tersebut menjelaskan, bahwa Kadin Jawa Timur tidak mengadakan kegiatan vaksinasi apapun pada 8 April 2021.

Dari penelusuran, diketahui pula pesan berantai itu berisi beberapa narasi yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah. Salah satunya adalah jenis vaksin yang digunakan.

Dalam pesan tersebut, vaksinasi mandiri itu diklaim menggunakan Sinovac. Padahal, Kementerian Kesehatan RI telah memastikan pemakaian vaksin pada program vaksinasi gotong royong atau mandiri akan berbeda dengan vaksinasi pemerintah yaitu vaksin Sinovac.

"Jenis vaksin gotong royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novavax dan vaksin Pfizer," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

"Sehingga dengan ini, kami bisa memastikan tidak ada kebocoran empat vaksin tersebut," kata Nadia.

Dia juga menegaskan, meski program vaksinasi gotong royong bersifat mandiri, vaksin akan diberikan gratis kepada karyawan. Perusahaan tempat karyawan bekerja akan menanggung biaya vaksinasi tersebut.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Fact or Fake Sinovac Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top