Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wagub NTT Sebut Sejumlah Desa di Tiga Kabupaten Masih Terisolasi

Delapan wilayah yang mengalami cuaca ekstrem dengan intensitas berat adalah Flores Timur, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang Lembata, Alor dan Rote.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 06 April 2021  |  08:30 WIB
Warga membersihkan pohon tumbang di halaman kantor Antara Biro NTT di Kupang, Senin (5/4/2021). - Antara
Warga membersihkan pohon tumbang di halaman kantor Antara Biro NTT di Kupang, Senin (5/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah area di tiga Kabupaten di Nusa Tenggara Timur dikabarkan masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem di wilayah tersebut sejak Minggu (4/4/2021) dini hari.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi dalam konferensi pers terkait penanganan dampak bencana alam tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan lain, Senin (5/4/2021) malam.

Dia memerinci, ada enam desa di Kabupaten Malaka yang masih tidak bisa diakses setelah bencana yang dipicu siklon tropis Seroja itu terjadi. Selain itu, sejumlah desa juga masih terisolasi di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sabu Raijua.

"Di Malaka ada enam desa karena jembatan putus. Di Adonara [Flores Timur] beberapa desa terisolir karena jalannya longsor, tak bisa dilewati. Di Sabu Raijua beberapa kecamatan juga karena akses putus," jelas Wagub.

Wagub NTT menjelaskan Siklon Tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrem di wilayah NTT dan juga NTB ini hampir terjadi di seluruh wilayah NTT. Cuaca ekstrem itu, jelas dia, terjadi dengan intensitas beragam, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

Delapan wilayah yang mengalami cuaca ekstrem dengan intensitas berat adalah Flores Timur, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang Lembata, Alor dan Rote.

Lebih lanjut, Josef mengatakan berdasarkan data yang dihimpun pihaknya ada 84 korban jiwa akibat bencana yang terjadi di wilayah NTT sejak Minggu (4/4/2021) dini hari. Selain itu, pemda melaporkan masih ada sekitar 71 orang yang dalam proses pencarian.

"Dari data lengkap ini, korban yang meninggal itu 84 korban jiwa dan masih dalam pencarian yang tertimbun itu adalah 71 orang," ujarnya.

Adapun, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem yang dipicu Siklon Tropis Seroja masih akan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga lusa, Rabu (7/4/2021). Pada hari ini, posisi siklon itu sudah mengarah ke Barat Daya dan diprediksi kian menjauh dari wilayah Indonesia.

BMKG mencatat kekuatan siklon meningkat dibandingkan sebelumnya. Bila sebelumnya kekuatannya hanya 35 km per jam, maka siklon hari ini bisa mencapai 85 km per jam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt bencana alam
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top