Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penanganan Pascabencana di NTT, BNPB Ingatkan Ancaman Penularan Covid-19

Hal itu ditegaskan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dalam konferensi pers virtual terkait penanganan dampak bencana alam yang terjadi di NTT, Senin (5/4/2021) malam.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 06 April 2021  |  07:34 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan dalam konferensi pers virtual terkait penanganan dampak bencana alam tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan lain, Senin (5/4/2021) malam - Bisnis/Oktaviano DB Hana
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan dalam konferensi pers virtual terkait penanganan dampak bencana alam tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan lain, Senin (5/4/2021) malam - Bisnis/Oktaviano DB Hana

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan adanya ancaman peningkatan penularan kasus virus Corona atau Covid-19 di tengah upaya penanganan pascabencana.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dalam konferensi pers virtual terkait penanganan dampak bencana alam yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (5/4/2021) malam.

Seperti diketahui, wilayah NTT dilanda cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Seroja sehingga di beberapa kabupaten mengalami banjir, tanah longsor dan angin kencang. Kondisi itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka dan pengungsian warga.

Doni mengtakan di tengah kondisi bencana, upaya untuk menghindari penularan Covid-19 menjadi salah satu perhatian penanganan pascabencana. Dia mengingatkan kepada seluruh daerah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, seperti memisahkan kelompok rentan dan pemuda.

Hal tersebut, kata Doni, juga diterapkan saat penanganan pengungsian pascagempa Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Doni berbagai pengalaman saat penanganan pengungsian pascagempa Sulbar, adanya pemisahan kelompok rentan, seperti lanjut usia, wanita hamil, balita dan anak-anak dari kelompok pemuda.

Dia berharap konsep ini dijalankan untuk penanganan warga yang mengungsi di wilayah NTT. “Kami berusaha untuk mengurangi warga yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian,” ujar Doni.

BNPB menggunakan skema dana tunggu hunian sehingga warga dapat melakukan sewa rumah dan tidak harus tinggal di pengungsian. 

Di samping itu, BNPB bersama Kementerian Kesehatan juga menyiapkan alat skrining berupa rapid tes antigen. Mereka yang membantu warga terdampak harus dites terlebih dahulu sehingga tidak membawa virus Covid-19 dari luar. 

Doni juga mengingatkan kepada koordinator di setiap pos pengungsian untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai Covid-19, seperti gejala yang terjadi. Hal tersebut dapat bermanfaat bagi warga untuk dapat mengidentifikasi kondisinya sejak dini. 

Doni meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam penanganan Covid-19, khususnya di tengah bencana alam yang terjadi di NTT

“Besar harapan kami kerja sama yang telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa daerah bencana bisa memberikan pengalaman yang lebih baik,” lanjutnya.  

Dia pun meminta para tokoh masyarakat untuk selalu mengingatkan para warganya untuk mematuhi protokol kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb ntt Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top