Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas: Pasien Covid 14 Persen Usia Sekolah, PTM Harus Hati-Hati

Dari seluruh kasus anak sekolah pada usia 7-12 tahun ada 49.962, usia 16-18 ada 45.888. Ini perlu diperhatikan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  15:27 WIB
Ilustrasi - Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Bagan Besar Dumai pada masa pandemi Covid-19 di Riau, Selasa (16/3/2021). - Antara
Ilustrasi - Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Bagan Besar Dumai pada masa pandemi Covid-19 di Riau, Selasa (16/3/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan perlunya memperhatikan kondisi penularan Covid-19 di sekitar lingkungan peserta didik, pendidik, dan sekolah.

Hal itu disampaikan terkait penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 sekitar 14 persen dari kasus konfirmasi Covid-19 adalah pada usia anak sekolah.

“Dari seluruh kasus anak sekolah pada usia 7-12 tahun ada 49.962, usia 16-18 ada 45.888. Ini perlu diperhatikan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada peluncuran SKB 4 Menteri, Selasa (30/3/2021).

Pada perkembangan kasus positif di sekolah, terlihat bahwa kenaikan kasus dan penurunan kasus juga ada di kelompok usia sekolah.

Hanya saja, lanjutnya, anak-anak relatif terlindungi dari fatalitas atau kematian.

“Kita juga bisa lihat bahwa kematian dan korban memang ada pada anak usia sekolah. Tapi perlu diketahui bahwa memang pada anak penyakit komorbid belum muncul. Sementara ada pada lansia atau mungkin orang tua dari anak-anak. Makanya PTM juga harus menjaga jangan sampai anak yang sekolah tertular di sekolah atau perjalanan yang kemudian menulari orang tuanya,” tegas Wiku.

Dalam PTM terbatas, ujar Wiku, perlu dilakukan prakondisi memastikan adaptasi kebiasaan baru dengan sosialisasi protokol kesehatan di tiap aspek kegiatan.

Kedua, perlu timing, menentukan waktu kapan suatu daerah bisa mulai pembukaan sektor pendidikan berdasarkan data epidemiologis, kesiapan institusi pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, perlu ada aspek prioritas. Simulasi pembukaan sekolah harus dimulai dari sekolah percontohan untuk menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lain. Dengan begitu pembukaan sekolah bisa dilakukan secara bertahap.

Kemudian, perlu ada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi. Pastikan semua kondisi siap, simulasi dari rumah ke sekolah, aktivitas di sekolah, dan sampai kembali ke rumah.

“Jadi seluruh aktivitas yang dilakukan harus aman Covid-19 dan tidak terjadi penularan,” tambah Wiku.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah Covid-19 Wiku Adisasmito
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top