Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jubir Wapres: soal Halal Haram Vaksin AstraZeneca Sudah Selesai!

Menurutnya, hal itu diperkuat dengan contoh dari ulama-ulama di Jawa timur yang sudah memakai vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  14:53 WIB
Dokumentasi Juru vaksin menyiapkan vaksin AstraZeneca sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). Vaksin AstraZeneca perdana diberikan secara massal kepada sekitar 2.500 orang tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kabupaten Jombang yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo. - Antara
Dokumentasi Juru vaksin menyiapkan vaksin AstraZeneca sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). Vaksin AstraZeneca perdana diberikan secara massal kepada sekitar 2.500 orang tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kabupaten Jombang yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan masyarakat tidak lagi perlu mengkhawatirkan penggunaan vaksin AstraZeneca mengingat sejumlah kalangan ulama sudah menggunakannya.

Dia menegaskan bahwa perkara halal dan haram vaksin AstraZeneca tidak lagi perlu menjadi persoalan karena sudah ada fatwa yang membolehkan.

“Sebaiknya tidak lagi membicarakan soal halal dan haram. Itu sudah selesai karena masalahnya itu tidak ada di situ. Masalahnya sudah boleh secara agama. Masyarakat tidak perlu ragu lagi,” katanya kepada wartawan pada Rabu (24/3/2021).

Hal ini diperkuat dengan contoh dari ulama-ulama di Jawa timur yang sudah memakai vaksin AstraZeneca. “Bahkan Majelis Ulama Indonesia [MUI] rencananya melakukan vaksinasi menggunakan AstraZeneca untuk menunjukkan tidak ada masalah di situ,” lanjutnya.

Adapun permasalahan yang justru perlu menjadi perhatian adalah percepatan vaksinasi Covid-19 di daerah-daerah untuk mencapai target herd immunity sebesar 70 persen.

Menurutnya perlu ada langkah percepatan vaksinasi dengan melibatkan pihak tokoh masyarakat di berbagai daerah.

Seperti diketahui, masyarakat tengah dibuat ragu setelah ada pernyataan dari MUI yang menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca yang diproduksi di pabrik Korea Selatan hukumnya haram karena melibatkan tripsin babi dalam proses produksinya.

Namun, MUI menegaskan vaksin AstraZeneca boleh digunakan dengan alasan kedaruratan mengingat terbatasnya pilihan di tengah wabah yang melanda seluruh dunia.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya meyakinkan masyarakat agar tidak perlu ragu untuk menerima suntikan vaksin gratis yang dikirim oleh GAVI - WHO melalui kerja sama multilateral ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesantren Lirboyo yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur sebagai salah satu pondok terbesar sekaligus tertua di Indonesia mulai menjalankan vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca pada Selasa (23/3/2021).

Vaksinasi diberikan kepada 150-200 santri serta pengurus ponpes dengan waktu pelaksanaan selama satu hari.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus menyambut baik pelaksanaan vaksinasi bagi kyai, santri serta pengurus NU di Surabaya dan Kediri. Pihaknya mengaku siap mendukung pemerintah untuk menggelar vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu ikhtiar untuk mengakhiri pandemi di Tanah Air.

“Lirboyo akan mendukung apa yang menjadi program pemerintah, bagi kami kemaslahatan umat jadi prioritas utama,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi wapres ma'ruf amin Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top