Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polda Kalsel Siagakan 350 Personel Jelang Putusan Pilkada Kalsel

350 anggota TNI dan Polri disiapkan untuk menjaga situasi di Kalimantan Selatan tetap kondusif jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  14:11 WIB
Kapolda Kalimantan Selatan yang baru Irjen Pol Rikwanto bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. - Antara/Firman)
Kapolda Kalimantan Selatan yang baru Irjen Pol Rikwanto bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. - Antara/Firman)

Bisnis.com, JAKARTA -- Polda Kalimantan Selatan menyiagakan sekitar 350 anggota TNI dan Polri untuk menjaga situasi di Kalimantan Selatan tetap kondusif jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti diketahui, siang ini MK akan memutuskan sengketa atau perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilgub Kalsel yang diajukan oleh Denny Indrayana.

"Pasukan terjadi dua, 170 personel di bawah kendali Kapolresta Banjarmasin dan sekitar 180 personel di bawah arahan Kapolda Kalsel, termasuk gabungan TNI," kata Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol. Moch. Noor Subchan dilansir dari Antara, Jumat (19/3/2021).

Subchan mengatakan bahwa pasukan melakukan patroli dan pengamanan di kantong-kantong massa partai pendukung serta kantor KPU dan Bawaslu.

Subchan mengingatkan semua pihak tidak ada yang melakukan pesta kemenangan pascaputusan MK. Apalagi, sampai konvoi di jalan hingga berpotensi munculnya gangguan kamtibmas.

Selain menjaga kamtibmas tetap kondusif dan protokol kesehatan, lanjut dia, juga wajib dipatuhi masyarakat.

"Kalau ada pelanggaran protokol kesehatan, kami tindak sesuai dengan aturan. Jadi, tolong semua bisa mematuhinya," kata Subchan mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rikwanto.

Apapun keputusannya, dia berharap semua bisa legawa dan menghargai karena putusan MK bersifat final dan mengikat.

"Kubu yang bersengketa telah menyerahkan pada mekanisme hukum di MK, jadi apa pun keputusannya diterima. Siapa pun yang menang harus didukung, kemudian semua kubu kembali bersatu membangun daerah," katanya.

Diketahui bahwa paslon nomor urut 02 di Pilgub Kalsel H. Denny Indrayana-H. Difriadi membawa perkara hasil Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi lantaran tidak terima dengan hasil penetapan KPU Provinsi Kalsel atas kemenangan paslon nomor urut 01 Sahbirin Noor dan Muhidin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahkamah konstitusi denny indrayana Kalimantan Selatan

Sumber : Antara

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top