Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Refly Harun Ramalkan Nasib AHY Jika Moeldoko Resmi Jadi Ketum Demokrat

Refly Harun menyebut KLB Demokrat di Sumut tidak akan terselenggara jika Moeldoko tidak setuju atau tidak bersedia menjadi Ketua Umum partai lewat KLB.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 Maret 2021  |  09:54 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun  -  Youtube Channel Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun - Youtube Channel Refly Harun

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun membeberkan alasan mengapa Moeldoko yang dipilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara pada Jumat (5/3/2021).

Dalam KLB itu diketahui ada dua nama yang dicalonkan sebagai Ketum Demokrat, yaitu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie. Namun, KLB akhirnya menetapkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat.

“Kalau gerakan [kudeta] itu mendudukkan Marzuki Alie saja sebagai Ketua Partai Demokrat, rasanya kurang kuat karena dia tidak sedang di dalam kekuasaan [pemerintah],” kata Refly dalam video yang diunggahnya melalui akun YouTube @Refly Harun, Sabtu (6/3/2021).

Bahkan, Refly menyebut, KLB tidak akan terselenggara jika Moeldoko tidak setuju atau tidak bersedia menjadi Ketua Umum partai lewat KLB.

“Kalau tidak ada endorsement tidak ada kesediaan dari Moeldoko maka sesungguhnya KLB tidak akan mungkin berlangsung,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan dampak bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jika tampuk kepemimpinan partai berlambang mercy ini benar-benar berpindah ke tangan Moeldoko.

Menurutnya, AHY hampir dipastikan tidak mempunyai kekuatan apapun dalam pemilu presiden tahun 2024.

Adapun, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang semakin meramaikan isu kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Moeldoko yang dipilih sebagai Ketua Umum tandingan pun dengan suka dan rela menerima pinangan tersebut.

Melihat hal tersebut, SBY pun ‘turun gunung’ dan meminta keadilan kepada Presiden Jokowi melalui kementerian dan lembaga terkait KLB tersebut.

“Saya sangat merasakan apa yang para kader Demokrat rasakan saat ini. Saudara pasti marah, terhina, merasa diperlakukan sewenang-wenang dan geram,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat moeldoko agus harimurti Refly Harun
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top