Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Staf Gedung Putih Mulai 'Nyanyi': Trump Kurang Empati

Di era Trump berkuasa, para staf tidak diberikan perintah yang konsisten tentang kapan mereka harus kembali ke Gedung Putih atau tetap di rumah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  16:42 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump meninggalkan Gedung Putih menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat, di Washington, AS, 20 Januari 2021. - Antara/Reuters
Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump meninggalkan Gedung Putih menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat, di Washington, AS, 20 Januari 2021. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah Donald Trump tak lagi menjabat, staf Gedung Putih mulai berani buka-bukaan. Disebutkan bahwa selama Trump berkuasa, dirasakah sikap yang kurang empati.

Selama bertahun-tahun, staf kediaman resmi mengeluhkan jarangnya acara di Gedung Putih di bawah Trump. Acara yang sempat ada hanya mencakup dua makan malam kenegaraan.

Hal itu berbeda jika dibandingkan dengan enam acara yang diselenggarakan mantan Presiden Barack Obama pada masa jabatan pertamanya.

Ketika pandemi Covid-19 meluas tahun lalu, keadaan semakin parah. Jason, bukan nama sebenarnya, seorang staf Gedung Putih menjelaskan situasi pandemi di pusat pemerintahan Amerika Serikat itu di bawah Trump.

"Orang-orang tinggal di rumah. Segala sesuatu mulai dari layanan makanan hingga keamanan nasional, jika bisa dilakukan di rumah, maka dilakukan di rumah," katanya seperti dilansir Business Insider, Senin (1/3/2021).

Jason juga mengatakan bahwa para staf tidak diberikan perintah yang konsisten tentang kapan mereka harus kembali ke Gedung Putih atau tetap di rumah.

"Ada banyak sekali kebingungan, tidak ada arahan dari atas, kurangnya empati, simpati. Pesta Natal dengan kerumunan tanpa masker dilayani, tetapi [staf] harus ada di sana untuk ini dan itu. Tidak ada pesan yang pasti tentang bagaimana membuat Anda tetap aman," jelasnya.

Sementara itu, mantan Kepala Gedung Putih Timothy Harleth mengatakan staf kediaman lebih mematuhi pedoman kesehatan Covid-19 yang diperlukan daripada karyawan Gedung Putih lain di era Trump.

"Kami adalah orang-orang yang memakai alat pelindung diri, mendorong agar orang-orang kami diuji, tetapi kebanyakan orang kami tidak dapat dengan mudah melakukan pekerjaan jarak jauh," ujarnya.

Menurut Harleth, sekitar tujuh atau delapan staf kediaman resmi terjangkit Covid-19. Setelah staf pulih, mereka diminta bekerja menggantikan karyawan lain karena dianggap memiliki kekebalan terhadap penyakit yang sangat menular itu.

Ketika Presiden Joe Biden dan Ibu Negara AS Jill Biden tiba di Gedung Putih pada 20 Januari, suasana di tempat itu telah berubah.

Karena aturan jarak sosial, karyawan tersebar di seluruh Lantai Negara Bagian ketika Bidan tiba di Gedung Putih usai upacara pengukuhan.

Staf kediaman lainnya berkomentar tentang perbedaan antara bagaimana Biden dan Trump menyikapi pandemi, di mana semua staf berkumpul di satu ruangan untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum kepergian mantan presiden.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gedung putih Donald Trump
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top