Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Filipina Izinkan Pendatang dari Negara dengan Kasus Covid-19 Varian Inggris

Hal itu disampaikan juru bicara presiden Harry Roque, Jumat (29/1/2021). Pelonggaran izin bagi pendatang dari 30 negara lebih itu akan berlaku sejak Februari 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  15:53 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel darah di pusat tes Covid-19 di Metro Manila, 8 Juli 2020 - Bloomberg\n
Petugas kesehatan mengambil sampel darah di pusat tes Covid-19 di Metro Manila, 8 Juli 2020 - Bloomberg\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Filipina bakal melonggarkan izin perjalanan bagi pendatang dari puluhan negara meski melaporkan kasus Covid-19 varian baru dari Inggris yang sangat menular.

Hal itu disampaikan juru bicara presiden Harry Roque, Jumat (29/1/2021). Dilansir Antara, pelonggaran izin bagi pendatang dari 30 negara lebih itu akan berlaku sejak Februari 2020.

Kebijakan itu mencakup kalangan warga asing yang sebelumnya diperbolehkan memasuki Filipina, termasuk pemegang visa kerja dan pasangan warga Filipina. Roque menambahkan bahwa wisatawan asing masih akan dilarang masuk ke negaranya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte tahun lalu melarang warga asing masuk atau sekadar transit dari negara-negara yang memiliki kasus varian Covid-19 Inggris.

Daftar negara itu, yang termasuk Amerika Serikat, China, Jepang dan Australia, diperluas menjadi lebih dari 30 negara dan larangan tersebut berlaku hingga akhir Januari.

Filipina pekan ini mengonfirmasi penularan lokal varian Covid-19 Inggris, yang sejauh ini telah menginfeksi 17 orang, termasuk 12 kasus di provinsi utara pegunungan.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (28/1/2021), pemerintah Filipina telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin virus Corona produksi AstraZeneca Plc. Penggunaan vaksin ini rencananya akan dilakukan kuartal depan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Filipina Eric Domingo mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca efektif dalam mencegah infeksi virus corona.

Filipina telah menandatangani kesepakatan dengan AstraZeneca untuk pengadaan 17 juta dosis, dengan pengiriman pertama diperkirakan tiba pada Mei 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top