Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karantina Wilayah Tingkat RT/RW Kembali Digagas, Ini Kata Menko PMK

Kebijakan karantina wilayah terbatas setingkat RT dan RW bukanlah kebijakan baru dari Presiden Joko Widodo. Lantas, bagaimana realisasinya?
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  20:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang kini menyentuh lebih dari satu juta orang membuat isu karantina wilayah terbatas di tingkat RT dan RW kembali menyeruak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun angkat bicara.

Menurutnya, kebijakan karantina wilayah terbatas setingkat RT dan RW bukanlah kebijakan baru dari Presiden Joko Widodo, tetapi sayangnya masih banyak diabaikan.

“Itu kan merupakan perintah Presiden [Jokowi] sudah lama. Tapi, di lapangan tidak jalan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (29/1/2021).

Menurutnya, hanya Kota Surabaya yang sempat secara disiplin menerapkannya yakni ketika kasus positif pertama kali bertambah sangat signifikan.

Walhasil, upaya 3T (tracking, testing, dan tracing) bisa berjalan lebih efektif sehingga penyebaran virus Covid-19 akhirnya bisa ditekan di sana.

Lebih lanjut, Mantan Mendikbud juga menyampaikan bahwa kebijakan karantina wilayah terbatas setingkat RT/RW kembali digagas oleh Presiden Jokowi lantaran peningkatan kasus positif yang signifikan secara nasional.

Namun, dia menyebutkan kebijakan tersebut akan memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

“RT dan RW dan komunitas diperankan mulai sebagai informan bagi petugas epidemologi, dan membantu proses karantina hingga pelaksanaan isolasi mandiri. Kalau di level terendah ini tidak bisa ditangani baru dirujuk ke pusat  isolasi dan pusat perawatan ringan dengan pasien bergejala sedang dan berat langsung dirujuk ke Rumah Sakit,” jelas Menko.

Jadi, sambungnya, pemanfaatan hotel dan wisma untuk merawat suspek Covid-19 disiapkan sebagai rencana cadangan jika di level RT, RW, dan kelurahan sudah tidak mampu menanggulangi.

Namun, Menko tidak menampik bahwa untuk menggerakkan masyarakat akar rumput, RT, RW, dan komunitas ini perlu dukungan pembiayaan besar dari pemerintah.

Dia meyakini, semangat gotong royong sebagai intisari dari pengamalan Pancasila masih ada di dalam lubuk hati masyarakat Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona kemenko pmk muhadjir effendy Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top