Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Tak Optimal, Menko PMK: Ibarat Permainan Sepak Bola, Kita Babak Belur

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut penambahan kasus Covid-19 masih sangat tinggi karena penerapan protokol kesehatan masih rendah.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  21:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak berjalan optimal selama dua pekan terakhir.

Muhadjir beralasan tingkat kesadaran masyarakat masih rendah ihwal penerapan protokol kesehatan. Padahal, peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 masih terjadi setelah libur panjang akhir tahun lalu.

Dengan demikian, dia membeberkan, Pemerintah pusat bakal menerapkan pendekatan yang koersif terkait PPKM ke depan.

“Strategi baru, ibarat sepak bola itu kan setelah kita tahu permainan babak pertama ini kita babak belur dan kita harus memasukkan pemain baru, memasukkan teknik baru, sehingga permainannya lebih baik,” kata Muhadjir dalam acara Prime Talk Metro TV pada Selasa (26/1/2021).

Dia mengatakan hal-hal tersebut dilakukan sambil menunggu program vaksinasi Covid-19 dapat menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity di tengah masyarakat.

“Sebelum vaksin yang nampaknya nanti akan menjadi faktor pembeda dalam penanganan Covid-19 ke depan,” ujarnya.

Muhadjir juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan para menterinya untuk mengevaluasi PPKM yang telah berjalan selama dua pekan terakhir.

Malahan, Jokowi meminta adanya pendekatan yang lebih koersif terkait dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Tadi kan kita sudah dipanggil Presiden dan sudah diinstruksikan untuk dievaluasi dan kemudian dilakukan pendekatan baru, strategi baru,” kata Muhadjir.

Ihwal intruksi Presiden itu, Muhadjir menerangkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tengah menyiapkan rancangan baru terkait esekusi PPKM ke depan.

“Jika diperlukan pendekatan koersif seperti April kemarin kita akan tingkatkan, saya yakin pak Airlangga dan pak Luhut sudah merancang dengan lebih tajam. Nanti kita akan bicarakan,” ujarnya.

Sementara itu, setelah dua pekan PPKM diberlakukan di Jawa-Bali, kasus Covid-19 masih tak kunjung reda dan justru malah menunjukkan tren peningkatan.

Bahkan, pada hari ini total kasus Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 1 juta kasus. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan 13.094 kasus konfirmasi positif Covid-19 pada hari ini sehingga totalnya menembus 1.012.350 kasus.

Adapun, kasus sembuh dari Covid-19 bertambah 10.868 orang sehingga totalnya menjadi 820.356 orang, sedangkan kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah 336 kasus sehingga totalnya menjadi 28.468 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona muhadjir effendy Covid-19 PPKM
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top