Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Ingin Angka Stunting di Indonesia Segera Turun, Ini Alasannya

Jokowi menunjuk BKKBN sebagai ketua pelaksana untuk mencapai target penurunan angka stunting di Indonesia dengan dibantu kementerian/lembaga terkait lainnya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  14:04 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memprioritaskan penurunan angka stunting sebagai salah satu target pemerintah.

Kepala Negara diketahui menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen pada 2024.

“Kenapa angka stunting menjadi perhatian dari Bapak Presiden? Karena kita tahu bahwa kalau orang atau anak atau bayi sudah terlanjur kena stunting pada usia 1.000 hari awal kehidupan, maka perkembangan kecerdasannya itu tidak akan bisa optimal sampai nanti dewasa menjadi usia produktif,” kata Muhadjir dalam keterangan pers yang ditayangkan youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/1/2021).

Lebih lanjut, dia mengatakan Presiden Jokowi juga memerintahkan untuk dilakukan pemetaan stunting di Indonesia yang diketahui sebenarnya sudah sangat detail dan jelas sehingga menjadi dasar untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur sampai 2024.

Alokasi anggaran yang selama ini tersebar di 20 kementerian dan lembaga, kata Jokowi, juga akan difokuskan kepada beberapa Kementerian yang memang memiliki perpanjangan tangan langsung ke bawah.

Kepala Negara pun menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua pelaksana untuk mencapai target penurunan angka stunting tersebut dengan dibantu kementerian/lembaga terkait lainnya.

Sementara itu, untuk mengejar target penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024, Muhadjir menyatakan setiap tahun harus tercapai penurunan angka stunting 2,7 persen.

“Dan ini adalah sesuatu target yang luar biasa besar. Karena itu bapak Presiden memberikan arahan agar ada langkah-langkah yang luar biasa yang tidak biasa atau extraordinary,” kata Muhadjir.

Adapun, pada 2019 angka stunting di Indonesia masih tinggi yakni sekitar 27,6 persen dan diperkirakan pada 2020 terjadi kenaikan akibat pandemi Covid-19.

Muhadjir mengaku telah menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil guna mencapai target 14 persen penurunan angka stunting.

Pertama, pemerintah menggunakan UU No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai landasan hukum dalam penanganan stunting.

“Artinya bahwa penurunan angka stunting basisnya nanti adalah dalam upaya untuk membangun keluarga, sehingga pembangunan keluarga tidak hanya terbatas kepada masalah pembatasan angka kelahiran dan penjarangan angka kelahiran tetapi betul-betul pembangunan keluarga yang integral,” papar Muhadjir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bkkbn stunting muhadjir effendy
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top