Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Jepang Akan Revisi Pedoman Penanganan Covid-19

Draf pedoman yang direvisi itu menyatakan bahwa perdana menteri akan mengambil keputusan menyeluruh mengenai deklarasi status darurat setelah mempertimbangkan pendapat dari panel pakar penasihat
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  16:20 WIB
Turis mengenakan masker berkumpul di depan kuil Sensoji di distrik Asakusa, Tokyo./Bloomberg - Akio Kon
Turis mengenakan masker berkumpul di depan kuil Sensoji di distrik Asakusa, Tokyo./Bloomberg - Akio Kon

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jepang merevisi pedoman penanganan Covid-19 untuk pertama kalinya sejak pemerintah mencabut status keadaan darurat sebelumnya terkait pandemi virus korona pada 25 Mei 2020.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Kamis (7/1/2021), draf pedoman yang direvisi itu menyatakan bahwa perdana menteri akan mengambil keputusan menyeluruh mengenai deklarasi status darurat setelah mempertimbangkan pendapat dari panel pakar penasihat. Draf tersebut juga membahas garis besar pengaturan yang perlu dilakukan di area yang dinyatakan berada dalam status darurat.

Pemerintah akan mendesak orang-orang di area yang ditetapkan agar tidak keluar rumah untuk keperluan yang tidak penting setelah pukul 8 malam.

Tempat makan dan minum juga akan diminta untuk tutup pukul 8 malam dan hanya menjual alkohol antara pukul 11 pagi hingga 7 malam.

Draf pedoman tersebut menyatakan bahwa pemerintah akan mengumumkan nama restoran yang tidak mematuhi permintaan tersebut tanpa alasan yang dibenarkan.

Pemerintah juga akan membantu pemerintah daerah yang membayar subsidi kepada restoran-restoran dan bar-bar yang mengikuti permintaan tersebut.

Rancangan itu menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan akan diminta untuk mendorong kerja jarak jauh dan memberlakukan jadwal kerja secara bergiliran untuk mencapai target mengurangi jumlah karyawan yang berada di kantor sebanyak 70 persen.

Perusahaan juga akan diminta untuk membatasi pekerjaan setelah pukul 8 malam, kecuali diperlukan untuk melanjutkan operasinya.

Dalam draf itu disebutkan bahwa pemerintah tidak akan meminta sekolah-sekolah untuk ditutup sementara. Namun, pemerintah akan meminta diterapkannya langkah-langkah pencegahan penularan secara saksama.

Jepang melaporkan rekor terbaru lebih dari 6.000 kasus harian penularan virus korona pada Rabu (06/01/2021). Lonjakan angka penularan ini memicu kekhawatiran bahwa sistem layanan kesehatan akan kewalahan.

Pemerintah tengah bersiap untuk kembali mendeklarasikan status keadaan darurat untuk Tokyo dan tiga provinsi tetangga, yaitu Kanagawa, Saitama, dan Chiba. Jumlah penularan di area ini mencakup setengah dari kasus harian Jepang.

Kasus penularan terus melonjak di ibu kota Jepang. Tokyo melaporkan rekor tertinggi 1.591 kasus baru pada Rabu. Sebanyak 113 orang mengalami sakit serius. Angka ini juga merupakan yang tertinggi hingga saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top