Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejaksaan Tokyo Keluarkan Dakwaan Buat Sekretaris Mantan PM Abe

Sekretaris mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Haikawa Hiroyuki, diduga tidak melaporkan pemasukan dan pengeluaran atas dana kampanye sekitar 30 juta yen.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  09:23 WIB
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe melepas maskernya sebelum berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (25/5/2020)./Bloomberg - Reuters/Kim Kyung/Hoon
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe melepas maskernya sebelum berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (25/5/2020)./Bloomberg - Reuters/Kim Kyung/Hoon

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Tokyo mengeluarkan dakwaan terhadap sekretaris mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Haikawa Hiroyuki, atas dugaan pelanggaran undang-undang pengawasan dana politik yang melibatkan kelompok pendukungnya.

Melansir NHK pada Jumat (25/12/2020), Haikawa Hiroyuki diduga tidak melaporkan pemasukan dan pengeluaran atas dana sekitar 30 juta yen, atau sekitar 290.000 dolar, yang berhubungan dengan pesta makan malam untuk para pendukung Abe. Pesta-pesta tersebut diadakan pada malam sebelum acara menikmati bunga sakura yang didanai pemerintah antara 2016 hingga 2019 ketika Abe menjabat.

Selain bertugas sebagai sekretaris Abe, Haikawa juga mengepalai kelompok pendukung politik yang menyelenggarakan pesta-pesta tersebut.

Kejaksaan menanyai Abe secara sukarela pada Senin (21/12/2020). Pihak jaksa memutuskan untuk tidak mendakwa Abe dengan menyebutkan kurangnya bukti yang memungkinkan mereka untuk menyatakan Abe bertanggung jawab secara kriminal.

Mantan perdana menteri itu dilaporkan membantah keterlibatannya dalam laporan yang tidak memadai terkait pendanaan pesta-pesta tersebut.

Abe mengadakan konferensi pers pada Kamis (24/12/2020) malam. Merujuk pada jawaban yang ia berikan sebelumnya saat ditanyai di Parlemen mengenai hal ini, Abe mengatakan dirinya merasa telah menyampaikan kepada Parlemen sebanyak mungkin yang ia ketahui saat itu.

Namun, ia mengungkapkan bahwa beberapa dari jawaban tersebut ternyata bertentangan dengan fakta. Abe kemudian menyampaikan permohonan maaf.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shinzo abe perdana menteri jepang
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top