Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kata-Kata Mutiara Mensos Juliari soal Lawan Korupsi sebelum Diciduk KPK

Juliari terbelit kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan bantuan sosial di wilayah Jabodetabek.
Rayful Mudasir & Annisa S. Rini
Rayful Mudasir & Annisa S. Rini - Bisnis.com 06 Desember 2020  |  18:47 WIB
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Sosial Juliari P. Batubara diketahui sempat melontarkan petuah mengenai pencegahan korupsi, sebelum dirinya diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (6/12/2020).

Juliari terbelit kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara atau yang mewakilinya di Kementerian Sosial terkait dengan bantuan sosial di wilayah Jabodetabek.

Di media sosial Twitter bermunculan video yang menampilkan sikap Menteri Sosial terhadap korupsi. Mensos, yang juga kader PDIP tersebut, pernah bicara tentang pendekatan humanis kepada seseorang agar tidak terjerat korupsi.

Dia menyebut perlu pendekatan humanis kepada seseorang agar tidak terjebak dalam tindak pidana korupsi. Menurut dia, cara paling efektif adalah kemauan diri sendiri.

“Yang paling efektif itu adalah diri kita sendiri. Tidak ada orang yang bisa mengendalikan kita selain diri kita sendiri,” kata Juliari seperti terlihat pada unggahan di media sosial, dikutip Minggu (6/12/2020).

Dia menerangkan apabila seseorang ditangkap akibat korupsi, beban akan ditanggung oleh seluruh keluarganya, baik suami atau istri hingga pada anak.

“Ingatin saja kamu jangan lupa, kalau kenapa-kenapa nanti kasian anak istrimu, kasian suamimu. Mereka pasti keluar malu. Anak-anak yang masih kecil dia sekolah nanti di-bully pasti nangis. Artinya pendekatan humanis seperti itu kalau menurut saya,” tuturnya.

Selain itu, Juliari juga menyoroti insentif kinerja. Menurut dia, seluruh kementerian/lembaga perlu melakukan penyesuaian sistem agar tidak dapat dikorupsi. Misalnya menyesuaikan tingkat kinerja dengan skala berdasarkan hasil pencapaian seorang pegawai.

Tidak hanya itu, dalam bio akun Instagram @juliaribatubara, Mensos menulis bahwa lebih baik menjadi orang bernilai dibandingkan dengan menjadi orang sukses.

"Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang bernilai," tulisnya.

Namun, akun tersebut saat ini telah dinonaktifkan. Berdasarkan pantauan Bisnis, pada pagi hari tadi akun @juliaribatubara masih dapat dibuka. Namun, pada siang hari, saat diklik muncul notifikasi pengguna tidak ditemukan.

Hal yang sama juga terjadi saat Bisnis mencoba membuka akun Instagram Juliari yang di-tag oleh Kemensos @kemensosri di salah satu unggahannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi bansos mensos Juliari P. Batubara
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top